DKPP Sidangkan KPU Mateng, IJS Berharap Putusan Seadil – Adilnya

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Sidang terbuka yang digelar oleh DKPP, terkait pengaduan pelanggaran kode etik ketua beserta komisioner KPU Mateng yang dilaporkan oleh Ketua Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS), Irham Azis di DKPP Pusat sehingga dilaksanakan persidangan di KPU Provinsi Sulawesi Barat, Senin (2/9/2019).

Sidang terbuka dengan disaksikan langsung oleh Ketua Majelis persidangan dari DKPP Pusat melalui siaran langsung menggunakan teleconfrence dengan Pelapor dan Terlapor, serta anggota Majelis persidangan dari Komisioner KPU Prov. Sulbar, Adi Arwan Alimin bersama perwakilan masyarakat, Rehan Mas’ud beserta lerwakilan dari Bawaslu Prov. Sulbar, Fitri Nella serta perwakilan dari Bawaslu Kab. Mateng, Elmansyah.

Pada persidangan tersebut salah satu Majelis persidangan, Fitri Nella melontarkan pertanyaan kepada Ketua KPU Mateng, Suryadi Rahmat yang tidak mengetahui data yang seharusnya iya ketahui.

Selaku ketua KPU menyampaikan bahwa kinerja penyelenggara Pemilu ditingkat bawah termasuk PPK harusnya diketahui oleh KPU Mateng, namum data mengenai hasil perbaikan data pemilih yang ditandatangani oleh orang yang bukan anggota PPS Lembahada, Indraswari sehingga kuat dugaan bahwa komisioner dan ketua KPU Mateng tidak bekerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang Pemilu sehingga Majelis persidangan dari Bawaslu Sulbar mengatakan bahwa “kinerja” komisioner serta ketua KPU Mateng perlu dipertanyakan.

“Saudara Terlapor mengatakan tidak mengetahui data tersebut kinerja komisioner dan ketua KPU Mateng perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, anggota Majelis Hakim perwakilan dari KPU Prov. Sulbar Adi Arwan Alimin yang mempertanyakan tentang kebenaran (rekaman percakapan) dari ketua KPU Mateng beserta staf dan komisionernya mengenai cara merubah data pemilih ganda, sehingga tidak terbaca ganda di server yang kemudian dibenarkan oleh ketua KPU Mateng, Suryadi Rahmat bahwa memang percakapan tersebut benar dan memberikan alasan bahwa itu hanyalah percakapan biasa.

“Waktu saudara memerintahkan untuk merubah data pemilih ganda tersebut dimanakah posisi anda pada saat itu,” ungkap anggota Majelis sidang mempertanyakan isi rekaman kepada ketua KPU.

Ketua KPU Mateng dalam sidang menyampaikan alasannya kepada Majelis persidangan bahwa data terkait yang ditandatangani oleh orang yang bukan anggota PPS sama sekali tidak ia ketahui. (**)