MAMUJU, POROSSULBAR – Ratusan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia ( AMI ),kembali lagi menggelar aksi demonstrasi bela Pancasila jilid III. Selasa 12 Desember 2017.‎

Massa aksi tersebut, meminta kepada anggota DPRD Sulbar untuk segera bertanda tangan,untuk menggunakan hak Interfasi dan hak Angketnya untuk melaksanakan Rapat Paripurna bergantian Gubernur Sulbar, yang di anggap telah melecehkan lambang Negara.

“Kami ingin menyampaikan bahwa aksi kami ini bukanlah aksi yang disponsori. Ini tergerak dari hati nurani kami sebagai mahasiswa yang masih memiliki rasa Nasionalisme,” ucap Amirullah dalam orasinya.

Lanjut Amirullah mengatakan, jika tuntutan tidak diindahkan, maka kami akan memberitahukan kepada publik bahwa para anggota dewan yang saat ini menjabat jangan dipilih lagi, karena tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada.‎

Setelah satu jam melakukan orasi, AMI disambut oleh dua anggota dewan dari Fraksi Demokrat, Sukri Umar dan dari Fraksi PAN, H.Mukhtar Bello.

Sukri Umar mengatakan, bahwa tuntutan yang adek-adek berikan beberapa waktu lalu telah menjalani proses, dan sudah ditandatangani oleh 8 anggota dewan.

“Kami membutuhkan setidaknya 10 atau 12 tandatangan untuk menggunakan hak Interfelasi. Namun sebenarnya, yang kami butuhkan bukanlah dari perorangan, tetapi dari tiap-tiap fraksi,” kata Sukri Umar saat menyambut demonstran.

Ia menambahkan bahwa, untuk teman-teman massa aksi jangan tergesa-gesa. Percayakan tuntutan kalian kepada kami, ini adalah gedung politisi. Jadi semuanya itu ada prosesnya.

“Tidak ada diantara kami yang setuju kalau Pancasila mau di otak-atik oleh orang yang bertanggungjawab, baik itu dari Fraksi Demokrat, PDIP,Gerindra atau PAN,” katanya.‎

Kurang lebih 3 jam lamanya menduduki kantor DPRD Sulbar, dan hanya ditemui oleh dua orang anggota dewan. Massa aksi kemudian memasuki gedung dan akan tetap menunggu sampai ke 43 anggota dewan yang lain datang.