Foto : Suasana Fit And Proper Test kepada Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar

 

Anggota DPRD Sulbar Nilai Semua Peserta Calon KPID Berkualitas

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Anggota Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Hj. Hastuti Indriani, SE, selaku Tim Seleksi KPID Provinsi Sulawesi Barat menilai dari 19 peserta Fit And Proper Test KPID ini semuanya memiliki kapasitas dan kualitas yang sama serta kemampuan dalam menjawab dan menjelaskan setiap pertanyaan yang di ajukan oleh Tim seleksi KPID.

Dalam pelaksanaan seleksi anggota Komisioner KPID, Hastuti Indriani juga berharap ada wakil perempuan yang bisa lolos.

“Semoga bisa ada wakil perempuan yang lolos dalam seleksi anggota KPID ini, dan juga anggota lainnya yg juga lolos nantinya mampu mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan dalam KPID yakni menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai anggota KPID Provinsi Sulawesi Barat,” ujar Hastuti saat Fit And Proper Test kepada Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar Periode 2018-202, yang dilaksanakan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat dilantai Tiga Ruang Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Rabu (23/1/2019).

Foto : saat salah satu Peserta Fit And Proper Test KPID Sulbar sedang di uji oleh Tim Seleksi

Dikutip dari realitaindonesia. id, proses fit and proper test tersebut akan berlangsung selama 2 hari, dan untuk mendapatkan kandidat terbaik, para calon akan diuji serta diperiksa terkait riwayat hidup serta pertanyaan-pertanyaan yang tentang visi-misi inovasi yang akan mereka lakukan jika terpilih menjadi komisioner KPID.

Tim Seleksi (Timsel) Calon KPID, Andreas Wisma Pamungkas, mengatakan peserta uji kepatutan dan kelayakan yang dilaksanakan merupakan bagian dari proses seleksi Calon Komisioner KPID yang telah melakukan tahap awal pendaftaran dan pemberkasan adminstrasi pada bulan November 2018 kemarin.

“Adapun calon yang memenuhi persyaratan dan lanjut pada tahap ini sebanyak 19 orang,” ungkapnya.

Kemudian salah satu peserta Fit and proper test, Misbah, S.Pd menyampaikan, keberadaan KPID di Sulawesi Barat sangat membantu masyarakat untuk mengantisipasi konten-konten atau siaran yang mempertontonkan hal-hal yang tidak pantas untuk ditayangkan di televisi dan radio dalam artian sebagai lembaga kontrol dalam penyiaran.

“Langkah-langkah yang akan saya ambil ketika terpilih menjadi Anggota Komisioner KPID akan melakukan pendataan dan evaluasi terhadap keberadaan televisi dan radio yang ada di Sulawesi Barat. Adapun yang belum memiliki izin penyiaran akan dilakukan tindakan pencabutan terhadap penyiaran yang ilegal apa bila tidak sesuai dengan Peraturan KPID,” ujar Misbah, S.Pd.

Misbah juga sangat mengapresiasi kerja Tim Seleksi KPID yang sudah berjalan Profesional dan transparan serta kriteria dan persyaratannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran dan Peraturan KPI Nomor 1 tahun 2014 tentang kelembagaan KPI. (**)