Apes..! Seorang Mahasiswi Alami Pelecehan Dalam Bus Mamuju-Makassar

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Pippos merupakan salah satu moda transportasi darat dari sekian banyak bus rute Mamuju-Makassar yang ada di Mamuju. Dimana transportasi umum ini belum menjadi transportasi yang aman bagi kaum perempuan.

Dugaan pelecehan seksual kembali dialami salah seorang mahasiswi inisial (IY), diatas bus Pippos saat dalam perjalanan dari Mamuju ke Makassar.

“Sekitar pukul 01.00 wita dinihari tanggal 18 Januari masih dalam perjalanan, laki-laki yang duduk disamping, menggerakkan tangannya menyentuh paha saya, namun refleks saya langsung menepisnya dan bertanya apa yang dia lakukan, kenapa seenaknya saja melakukan itu,” kesal Korban, Jumat (18/1/2019).

Dikatakan, apa yang dilakukan oleh lelaki tersebut merupakan bentuk kesengajaan, karena dalam keadaan sadar.

“Namun respon pelaku pada saat saya marah-marah, dia hanya meminta maaf dan katanya tidak sengaja.

Tidak mungkin tidak sengaja, karena awalnya saya sempat melirik melihat tangan si pelaku bergerak perlahan, tapi saya tidak menyangka bahwa dia akan menyentuh paha saya, karena memang kondisi lampu dalam bus dipadamkan dan yang membantu pencahayaan hanya lampu-lampu yang dilalui sepanjang jalan.

Saya juga tidak mengenal ataupun mengetahui identitas pelaku, karena dia mengunakan masker,” katanya.

Diceritakan juga bahwa pada Kamis malam 17 Januari 2018 berangkat dari terminal Mamuju menggunakan bus Pippos tujuan Makassar dengan nomor kursi seat 1.

Tiket sudah di pesan satu hari sebelum pemberangkatan dan saya pembeli tiket pertama berdasarkan lis cacatan penumpang di perwakilan.

“Malam itu sebelum naik keatas bus, saya kembali mengkonfirmasi tiket untuk memastikan siapa org yg duduk disamping kursi saya pada saat diatas bus.

Dan jawaban dari petugas bus yg saya gunakan “Tidak kutau siapa namanya ini” dan saya kembali memberitahu kepada petugas bahwa saya ingin mempunyai teman duduk seorang perempuan, karena ini adalah perjalanan jauh, salah satu ke khawatiran adalah jangan sampai terjadi pelecehan.

Tapi jawabannya “Tidak bisa diatur juga karena full ini bus,” katanya.

Dia meminta agar persoalan ini dapat ditangani oleh pihak terkait, agar tidak terulang lagi kepada para penumpang perempuan lainnya.

“Setelah menshare tentang kasus yg terjadi tadi malam, ternyata ada beberapa orang mengalami kejadian yg sama. Saya mau ini dituntaskan agar tidak ada lagi kejadian-kejadian yg seperti ini kedepannya,” harapnya. (**)