Ashari Rauf : Pemuda Mestinya Bermedsos Dengan Bijak

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Salah satu tokoh Pemuda Sulawesi Barat, Ashari Rauf meminta agar semua orang dapat menggunakan media sosial (Medsos) dengan bijak dan tetap berhati-hati. Utamanya bagi kaum muda.

Hal itu Ashari sampaikan menyusul adanya laporan Ketua DPRD Kabupaten Mamuju terhadap salah seorang pemuda yang diduga menggunakan medsos berupa facebook dengan menulis caption yang kurang etis.

Dalam postingan salah seorang pemuda yang menggunakan akun inisial HP, menyorot Ketua DPRD Mamuju, Aswar Anshari Habsi dengan caption yang kurang tepat.

“Saya sudah lihat hasil screnshoot postingannya yang mengunggah gambar Ketua DPRD Mamuju. Memang kalimatnya menggelitik naluri kita. Meskipun Ketua DPRD Mamuju ini juga masih muda, tapi janganlah perlakukan seperti itu. Beliau kan tokoh dan pejabat publik,” kata Ashari.

Apalagi, lanjut Ashari, postingan dari yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten lain di luar Mamuju.

“Kalau tidak salah sesuai keterangan Kepolisian yang mengunggah kan warga Polman kalau tidak salah yah. Sebenarnya tak ada masalah jika postinganya adalah kritik yang membangun. Itu penting malah. Tapi kalau nyerang pribadi itu yang menurut saya kurang tepat,” ungkapnya.

Olehnya, Ashari yang merupakan alumni terbaik dan terinspiratif Lemhannas Sulbar angkatan tahun 2019 ini mengingatkan kaum muda di Sulbar agar tetap bermedsos secara sehat.

“Medsos ini kan ruang yang bisa digunakan secara positif, misalnya dengan berkarya untuk membuat tulisan, menginspirasi orang lain agar berbuat baik, memantik semangat kaum muda yang lain untuk berkreasi dan mengajak untuk membangitkan kepedulian sosial,” ucap Ashari.

Ketua Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Provinsi Sulawesi Barat ini, mengaku sangat khawatir jika kaum muda menggunakan medsos untuk hal-hal yang kurang mendidik.

“Mengritik lewat medsos itu tak masalah asalkan dalam batasan yang wajar. Tapi jangan menyinggung perasaan orang secara berlebihan. Sebab, kalau mengandung hal-hal yang melanggar hukum maka tentu ada konsekuensinya. Ada UU ITE, dan aturan hukum lainnya,” tegas mantan Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Mamuju ini.

Ashari juga meminta, melalui medsos pemuda mestinya menyebarkan literasi dan edukasi publij. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Intinya pemuda mestinya bermedsos dengan bijak. Hindari hoax, informasi provokatif yang mengandung unsur SARA, dan saringlah suatu berita atau info itu sebelum dishare. Gunakanlah medsos ini dengan baik,” tutup mantan Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat ini. (**)