MAMUJU, POROSSULBAR – Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mendata dan menginventarisir aset-aset daerah guna menertibkan kembali aset, khususnya aset Mamuju yang berada di luar wilayah Sulawesi Barat.

Salah satu aset mamuju yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah yakni asrama pelajar/ mahasiswa (Hipermaju) yang ada di jalan Labu kota Palu Sulawesi Tengah, “ucap Hamka, Kabid aset BPKAD Mamuju yang kami temui beberapa waktu lalu.

“Asrama Hipermaju ini di tempati oleh seluruhnya mahasiswa Matra yang mereka klaim milik Pemkab Matra, untuk mengantisipasinya Pemkab Mamuju sudah melakukan pertemuan dengan pihak Pemkab Matra, juga para mahasiswa Matra yang menempati asrama tersebut dan telah tercapai kata sepakat, mereka berjanji siap mengosongkan asrama akhir bulan ini dan paling lambat akhir Desember, “ungkap Hamka.

ASRAMA PELAJAR / MAHASISWA (ASRAMA HIPERMAJU), JL. LABU PALU – SULAWESI TENGAH

“Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan dengan Pemkab Matra yang lalu, Pemkab Mamuju melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Mamuju, H. Yusri Muis, S.Sos, M.M di dampingi Kabid Aset, Hamka, SH melakukan kunjungan kerja dengan agenda tatap muka sekaligus dialog dengan sedikitnya 25 orang mahasiswa (i) Mamuju yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju (HPM-MAJU) di Palu, Sulawesi tengah pekan kemarin.

“Tatap muka ini difasilitasi oleh Ketua Kerukunan Keluarga Mamuju (KKM) Palu-Sulawesi Tengah, Hj. Hakima Khan di kediamannya jalan Rono Palu.

“Lanjut Hakima Khan, selaku pelaku sejarah pada saat itu menjelaskan kronologis bagaimana asrama Hipermaju bisa ada, beberapa puluh tahun yang lalu di zaman Bupati Mamuju Atiek Sutedja, dimana Sulbar belum berpisah dari Sulsel. Pemda Mamuju pada waktu itu membeli lokasi di jalan Labu kota Palu seharga 75 juta, yang masih berupa kos- kosan untuk di tempati para siswa dan pelajar Mamuju karna pada waktu itu mahasiswa belum ada.

Seiring berjalannya waktu terjadi pemekaran wilayah menjadi Sulbar dan Mamuju berpisah dengan Matra, Bupati Matra pertama, Abdullah Rasyid pada saat itu bersikeras mengatakan bahwa asrama itu milik Matra, aset itu sudah diserahkan ke Pemkab Matra, namun Pemkab Mamuju membantah bahwa asrama itu sudah diserahkan, Bupati Mamuju, Suhardi Duka saat itu menjelaskan bahwa yang diserahkan hanya aset yang berada di wilayah Kecamatan Pasangkayu, aset yang berada diluar wilayah Pasangkayu itu masih milik Mamuju, makanya Bupati Mamuju langsung memasang papan nama Asrama Hipermaju di situ walaupun penghuni asrama saat itu semuanya masih mahasiswa Matra, “pungkas Hakima.

Perkembangan terakhir, kemarin Wabup Mamuju, Irwan Pababari sudah menemui adik-adik mahasiswa Matra yang menempati asrama di Palu dan mereka sudah berjanji juga bersedia akan segera keluar dari sana, di sampaikan Irwan bahwa asrama itu akan dilakukan rehab (renovasi) agar segera di tempati adik-adik mahasiswa HPM-MAJU, “tutup Hakima. (*/Asr)