Asrar : GTT dan PTT Menilai Tuntutannya Diabaikan Pihak Diknas & Komisi IV DPRD Sulbar

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Ketua forum Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), Asrar menggelar konfrensi pers, Rabu (11/7/2018) di warkop OK.

“Sekaitan dengan SK yang dijanjikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sulawesi Barat, ArifuddinToppo yang sampai saat ini belum juga ada kejelasan.

Menurutnya, bahwa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sulbar dalam hal ini Arifudin Toppo telah berjanji kepada mereka sewaktu melakukan audience di ruangan Aula komisi IV DPRD Prov Sulbar, bahwa SK untuk GTT dan PTT akan segera dikoordinasikan ke Gubernur, namun sampai hari ini belum ada kejelasan.

“Saya masih menunggu kejelasan dari SK yang dijanjikan oleh Pak Kadis, yang katanya paling lambat hari Senin akan dikonfirmasikan, tetapi sampai hari ini (Rabu) belum juga ada kejelasan.

Kami merasa bahwa kami telah dipermainkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sulawesi Barat,” ujarnya.

“Asrar juga menambahkan, bahwa dirinya telah melakukan atau telah bersurat ke pihak DPRD Sulbar komisi IV mengenai hal tersebut, tetapi hasilnya sama, komisi IV juga sama sekali tidak memperhatikan nasib dari GTT dan PTT.

Dan seolah-olah pihak Diknas dan Komisi IV ini sengaja bekerja sama untuk memperlambat proses penerbitan SK GTT dan PTT,” kesalnya.

Kenapa mesti diperlambat, anggaran untuk guru yang sudah di SK kan di tahun 2017 kemarin, yang jumlahnya 925 itu kan sudah ditetapkan, dan sudah ada.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak dibayarkan,” tegasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Asrar mengatakan bahwa kita akan melakukan langkah strategis, yaitu dengan turun melakukan aksi dengan massa yang lebih besar, kalau perlu akan menduduki kantor DPRD Sulbar sampai ada kejelasan.

“Olehnya itu, saya sampaikan kepada pihak terkait dengan hal ini, salah satunya adalah Komisi IV DPRD Sulbar, agar lebih serius menangani persoalan ini, terkait dengan penerbitan SK GTT dan PTT,” pungkas Asrar. (*/Asr)

#Lap//Irw.