ATLET MAMUJU KISRUH SOAL BONUS, KETUA KONI BERIKAN PENJELASAN

MAMUJU, POROSSULBAR – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat sudah berakhir sejak dimulai 12 sampai dengan 19 November 2018 yang dimana Kabupaten Majene yang menjadi tuan rumah saat itu.

Namun berakhirnya Porporov III Sulbar nyatanya menyisakan kisruh di internal Cabang olahraga atlet yang memperkuat Kabupaten Mamuju.

Kisruh yang lagi panas dikalangan atlet Kabupaten Mamuju yang ikut pada porprov III adalah mengenai pemberian bonus medali yang diraih.

Para atlet menyayangkan kabar bahwa pemberian bonus untuk medali yang mereka raih akan di ganjar dana dengan sangat murah dan tidak sesuai dengan jerih payah mereka mengharumkan nama Kabupaten Mamuju.

Dikabarkan, para peraih emas nantinya akan diberi bonus sebesar tiga juta rupiah, sedangkan perak dan perunggu hanya mendapatkan dua juta dan satu juta rupiah.

Salah satu atlet yang tidak bersedia disebutkan namanya menganggap jika pemberian bonus ini sangat tidak rasional, bonusnya sangat tidak menghargai perjuangan para atlet mengharumkan nama daerah Mamuju.

“Saya sangat kecewa dengan rencana pemberian bonus medali perak dan perunggu untuk kategori beregu, ini sangat tidak rasional dengan jerih payah kami mengharumkan nama daerah ini”. Ujar atlet Mamuju.

Namun, kisruh para atlet Mamuju ini langsung direspon cepat oleh Ketua Koni Kabupaten Mamuju H.Samiran yang langsung menyambangi Sekertariat Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) guna memberikan penjelasan kepada awak media.

H.Samiran menyampaikan kepada awak media yang juga di saksikan oleh beberapa atlet dari Cabang olahraga Catur Kabupaten Mamuju bahwa, Koni akan menunda pemberian bonus atlet Kabupaten Mamuju untuk peraih medali perak dan perunggu yang bertanding dalam kategori beregu.

Menurutnya, Koni Mamuju tak mendapat informasi soal besaran bonus untuk atlet peraih perak dan perunggu untuk kategori beregu pada porprov kali ini.

“Kami di koni tidak punya data berapa seharusnya bonus yang akan kami berikan kepada atlit Mamuju  peraih medali perak dan perunggu untuk kategori beregu”.

Tapi menurut Samiran, kisruh ini akan menjadi evaluasi Koni Mamuju untuk mencari data berapa besaran bonus yang rasional yang akan diberikan kepada atlit Mamuju peraih medali perak dan perunggu serta akan mempedomani bonus medali beregu pada Porprov II eplat tahun silam di Kabupaten Polman.

“Kami akan tunda pemberian bonus atlet peraih medali perak dan perunggu untuk kategori beregu di semua cabang olahraga pada Porprov III Sulbar, bonusnya akan kami kaji ulang agar lebih sesuai dengan ekspektasi para atlit yang sudah bersusah payah mengharumkan Kabupaten Mamuju,” tandas Ketua Koni Kabupaten Mamuju. (*R46)