MAJENE, POROSSULBAR – Baru-baru ini telah terjadi kecelakaan mobil tangki pengangkut minyak sawit, dengan nomor polisi KT 8557 AD. Tangki yg berisi kurang lebih sekitar 200 liter Cpo, yang dikemudikan Rahman.

“Menurut Rahman, minyak sawit (Cpo) yang di angkut tujuan pare-pare tersebut,  bermuatan sangat berat ketika melewati tanjakan, mesin sepertinya tidak  mampu untuk menanjak dengan gigi 2, kemudian mundur lalu terbalik ke tebing sebelah kiri, “ujarnya.

Lanjut dijelaskan, seandainya saya tidak banting setir kekiri, mungkin mobil masuk jurang, “katanya.

Di samping itu, ini kali pertama saya lewat jalur Trans Sulawesi, yang ternyata cukup ekstrim karena selain gunungnya yang tinggi juga bekelok kelok. Jalan di daerah Sulbar juga banyak tanjakan tinggi dan berbahaya, “ungkap Rahman.

“Sementara itu, di lokasi kejadian Kepala Desa Sulai, Abdullah mengatakan, ini bukan kali pertama terjadi kecelakaan mobil (terbalik) ditanjakan bukit tinggi, sebelumnya pernah ada mobil truk dari Makassar tujuan Mamuju dengan muatan berat juga terbalik dan masuk jurang.

Pada saat itu jalanan menurun dan berbelok, sehingga terguling masuk jurang, naas bagi sopir saat itu dilarikan ke rumah sakit daerah Majene bersama kenetnya, karena mengalami luka parah, “tutur Abdullah.

“Kami himbau kepada para pengguna jalan yang melewati tanjakan dan penurunan, agar berhati-hati, karena jalur ini sudah banyak memakan korban. Di samping itu, kita juga berharap kepada pihak jasa marga untuk memasang marka jalan. Ini agar angka kecelakaan di bukit tinggi bisa di tekan, “Kata Abdullah.

“Jalur yg cukup berbahaya dan sering terjadi kecelakaan di sekitar Kec. Malunda dan Kec. Ulumanda, yakni di daerah bukit tinggi, jalur ini memang cukup berbahaya di samping tanjakan serta tikungan tajam, juga sangat beresiko bagi pengendara mobil atau motor ketika lewat jalur tersebut, apalagi pada musim hujan. (*/Asr)

(Laporan: Biro Majene/ Wahid)