MAMUJU, POROSSULBAR – Wartawan merasa dilecehkan atas cuitan Kepala BI perwakilan Sulbar, Dadal Angkoro di group whatApp, empat organisasi pers dan pemerhati pers seruduk gedung BI sebagai bentuk aksi Awas jilid II dan menuntut penegakan supremasi hukum.

Aliansi Wartawan Sulbar (Awas) dan pemerhati pers ini bergerak dari sekreteriat Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) menuju perempatan jalan Ahmad Kirang atau di depan gedung BI Sulbar, Rabu, (2/5/18) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada hari ini.

“Organisasi Pers yang melakukan aksi unjukrasa diantaranya Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI), Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Ikatan Wartawan Online (IWO), Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) dan pemerhati pers serta dari Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM-Mateng).

Korlap AWAS, Masdar dalam orasinya mendesak Polda Sulbar mengusut tuntas kasus pelecehan terhadap pers yang dilakukan Dadal Angkoro, mendesak Gubernur BI untuk mencopot Dadal Angkoro dari jabatannya, serta angkat kaki dari tanah Sulbar yang malaqbi ini.

“Aksi Awas Jilid II yang kami lakukan adalah bentuk kekecewaan yang dilakukan Dadal Angkoro. Kami yakin dan percaya penanganan kasus hukum ini akan ditangani dengan baik oleh Polda Sulbar. Jika masalah ini berlarut larut, maka kami akan melayangkan surat ke Kapolri dan Gubernur BI di Jakarta,” ucap Masdar.

“Ashari Rauf, pimpinan redaksi Infosulbar.com, juga menyindir atas sikap angkuh yang dipertontonkan Dadal Angkoro. Terbukti, sejak cuitannya di group WhatsApp sepekan lalu, Dadal tidak pernah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Dadal terkesan angkuh, sehingga tak pernah memberikan penyampaian permohonan maaf secara terbuka kepada wartawan,” kesalnya.

Ashari menyampaikan, wartawan sesungguhnya berhati lembut, walaupun mukanya sedikit garang. Itu lantaran wartawan setiap hari bekerja dilapangan untuk memburu berita.

Orasi yang disampaikan empat pimpinan organisasi pers, bersama pemerhati pers dan mahasiswa ini, juga memberi hadiah pakaian dalam wanita sebagai simbol, bahwa pak Dadal sosok pemimpin yang tidak bertanggungjawab dan terkesan tidak mau meminta maaf,” urainya. (*/Asr)

#Release.Acho#