MAMUJU, POROSSULBAR – Sedikitnya 28 pejabat eselon Kabupaten Mamuju dilantik secara resmi oleh Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, Senin (15/4/18) di ruang pola lt. 4 Kantor Bupati Mamuju.

Pejabat eselon yang dilantik terdiri dari 68 orang pejabat administrator eselon 3, dan 14 orang pejabat pengawas eselon 4. Yang dihadiri oleh Wakil Bupati Mamuju H. Irwan SP Pababari, Sekretaris Daerah Mamuju, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kab Mamuju.

“Untuk diketahui dari 82 orang pejabat yang dilantik, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Mamuju, Nomor : 188.45/400/KPTS/V/2018, 188.45/399 /KPTS/V/2018, tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan administrator di lingkungan Pemerintah Daerah Kab Mamuju.

SK Bupati Mamuju, Nomor : 188.45/402/KPTS/V/2018, tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah Mamuju. Adalah hal yang bertujuan untuk promosi dan penyegaran

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan dan memindahkan pejabat administrator eselon 3 dan pejabat pengawas eselon 4 di lingkup pemerintah Kab Mamuju, merupakan kewenangan Bupati Mamuju sebagai pejabat pembina Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah sesuai UU Nomor: 5 tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berkewenangan untuk mengangkat dan memperhatikan PNS.

“Usai melantik secara resmi pejabat administrator dan pengawas , H. Habsi Wahid menegaskan, agar segera melaksanakan tugas sebagai ASN sebaik-baiknya, dengan menjunjung tinggi profesionalisme dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pada satuan kerja perangkat daerah masing-masing.

Utamanya pada pelayanan terhadap masyarakat, serta menyesuaikan diri pada unit kerja masing-masing, guna mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan waktu yang telah ditentukan.

Terkhusus kepada Lurah dan Camat yang dilantik, kiranya harus menjadi pemimpin yang loyal kepada masyarakat, dikarenakan pemimpin selain harus mahir di bidang administrasi, juga harus bisa terjung langsung ke lapangan dan bekerjasama dengan masyarakat demi tercapainya program mamuju mapaccing,” ujar Habsi.

“Camat Bala-balakang, Juara yang baru saja dilantik menanggapi hal itu, bahwa jarak yang cukup jauh dari Kota Mamuju, tidak menjadi hambatan untuk menjalankan roda kepemimpinan saya sebagai Camat, karena sebagai putra asli Bala-balakang yang dipercaya untuk memimpin daerah sendiri, saya harus bisa meningkatkan kinerja.

Utamanya transportasi ke pulau Bala-balakang, yang sekarang Veri Mini tidak lama lagi bisa dijadikan sebagai alat transportasi dari Mamuju ke Bala-balakang. Dan akan menjadi akses termudah yang bisa menampung puluhan orang untuk sampai ke pulau Bala-balakang, tentunya dengan tetap menjunjung tinggi kerjasama antara pemimpin dan masyarakat. (*/Asr)

#Hms.