MAMUJU, POROSSULBAR – Pemerintah Kab Mamuju bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Sulbar, menggelar acara launching sensus Barang Milik Daerah Tahun 2018 dan Bimbingan Teknis (Bimtek), di ruang pola Kantor Bupati Mamuju lantai 3, Selasa (15/5/18).

Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, MM mengharapkan dengan adanya pelaksanaan Bimtek sensus Barang Milik Daerah, kedepannya tata kelola aset keuangan daerah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada.

“Olehnya itu, sangat penting karena melibatkan semua OPD, Puskesmas dan Sekolah. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi yang tidak memahami aturan – aturan pengadaan barang milik daerah,” terang Bupati dalam sambutannya.

Hal demikian juga sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan – kesalahan pada proses perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap evaluasi,” sebutnya.

“Oleh karena itu, perangkat – perangkat administrasi yang berkaitan dengan tata kelola keuangan harus dipersiapkan dengan baik,” ungkap Bupati.

Ia juga menambahkan, dengan program e-planning yang akan diberlakukan pada tahun 2019 mendatang, tentu juga akan memperbaiki tata kelola aset daerah.

Sehingga tidak terjadi lagi adanya program yang melompat, serta dapat mencegah adanya program titipan yang masuk pada setiap OPD maupun Bappeda, karena sudah menggunakan sistem elektronik atau tidak lagi manual.

Selain itu dalam sambutannya, Bupati mengakui sebelumnya masalah penilaian untuk mendapatkan WTP itu terletak pada masalah inventaris barang atau masalah aset daerah, karena banyak aset – aset yang tidak melalui OPD terkait langsung turun ke Puskesmas dan sekolah.

Akibatnya sistem administrasi tidak terkontrol dengan baik sehingga menjadi kendala dan membutuhkan waktu selama satu tahun bekerja baru bisa mendapatkan penilaian WTP.

“Mekanisme pengadaan barang yang baik dibutuhkan mulai dari perencanaan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem administrasi yang baik untuk menginventarisir barang yang kita beli pada tahun yang bersangkutan.

Kemudian seberapa banyak aset kita pada tahun lalu, jangan sampai aset tahun lalu itu masih bisa digunakan dengan baik tanpa melakukan penambahan,” pungkasnya. (*/Asr)