Bupati Mamuju : Safari Ramadhan Perlu di Restorasi dari Kecamatan ke Desa

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Mungkin masih banyak masyarakat yang ada di desa lain seperti desa Taan dan Bela’ yang tidak bisa hadir. Jadi kita sampaikan kepada camat jangan hanya di Galung saja, pindahkan juga ke Kelurahan Kasambang, karena tempat ini juga adalah wilayah pemerintah Kec Tapalang.

Olehnya itu, perlu pemerataan sehingga pelaksanaan safari Ramadhan kali ini perlu juga kita restorasi. Kita lakukan perubahan, supaya tidak monoton setiap tahunnya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Mamuju, H Habsi Wahid saat melakukan kunjungan safari Ramadhan di Kec Tapalang, Kelurahan Kasambang, Sabtu (25/5/18) dihalaman Mesjid Raodatussalihin Kasambang.

Menurut Habsi Wahid, sekarang mulai mengubah gaya lama safari Ramadhan, yang sebelumnya hanya dilakukan di pusat pemerintahan Kecamatan.

Kini kegiatan safari Ramadhan di pindahkan ke Desa / Kelurahan. Dengan cara seperti ini, dinilai dapat menjalin pendekatan secara menyeluruh kepada masyarakat. Sebelumnya pola ini dilakukan di Kec Tommo saat safari Ramadhan hari pertama.

Selain melakukan silaturahmi dan berbuka puasa bersama, menurutnya ditahun 2018 perlu dilakukan penyegaran terhadap Safari Ramadhan, tahun ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama, agar ada kedekatan antara masyarakat dengan pemerintah.

Boleh jadi terdapat masyarakat yang selama ini belum mengetahui pemerintahnya dari dekat, dikarenakan selama ini hanya dilakukan di pusat pemerintah Kecamatan.

Dengan Safari Ramadhan, Bupati Mamuju berharap menjadi perekat hubungan pemerintah dan masyarakat. Sehingga komunikasi dan kebersamaan dapat dirajut dengan baik.

Mungkin saja dalam pemerintahan selama ini, ada batasan antara masyarakat pemerintah desa, Kecamatan hingga Kabupaten. Olehnya perlu menjalin hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

“Karena kita tidak akan mampu membangun daerah yang kita cintai, keduanya harus bisa bersatu rasa kebersamaan. Dan momen ini juga bertujuan mengetahui sejauh mana masalah atau hambatan yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Saling memberikan keluh kesah yang mungkin akan disampaikan masyarakat kepada Pemerintah. Sudah dua tahun memimpin daerah ini tentu masih banyak yang belum bisa kita lakukan, belum sempat kita benahi, baik infrastruktur, jalan tani serta banyaknya desa yang terisolir masih belum kami tuntaskan, tiga tahun kedepan tugas kami untuk melakukan pembangunan yang belum kita lakukan,” tutupnya. (*/Asr)

#HMS/Moana.