MAMUJU, POROSSULBAR – Pemerintah Daerah Kab Mamuju, mengeluarkan surat edaran tentang larangan bagi pedagang makanan atau warung untuk membuka penuh dagangannya selama bulan suci Ramadhan.

Hal itu, ditegaskan Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, di masjid Babul Jannah Grahanusa. Bahwa untuk menghargai orang – orang yang menjalankan ibadah puasa, maka tiap warung jangan menjajakan dagangannya terlalu terbuka sebagaimana diluar bulan puasa.

Menurut Habsi, hal itu dapat mengganggu ke khusukan orang yang sedang beribadah, terlebih bagi pedagang minuman keras (Miras).

Bupati dengan tegas mengatakan tidak memperbolehkan penjualan Miras selama bulan puasa, “marilah kita sama-sama meningkatkan rasa toleransi dan saling menghargai,” pungkas Habsi.

Larangan tersebut disambut baik pengusaha warung, Ria (39) seorang pedagang makanan, Ia sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah mengeluarkan edaran warung tidak boleh membuka penuh di siang hari.

Ria berjanji akan melaksanakan aturan itu, inikan untuk kebaikan kita ji semua, kami tidak dilarang menjual, tapi orang berpuasa juga tidak boleh terganggu, sudah benar itu, karena kami tetap juga harus cari makan dan juga ada orang yang tetap mau makan di warung walau bulan puasa, mungkin bukan orang islam jadi tidak puasa atau lagi sakit,” jelasnya. (*/Asr)

#HMS/