Data BPS, Mamuju Mengalami Deflasi Dibulan November 2018

MAMUJU, POROSSULBAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, memastikan Kabupaten Mamuju di Bulan November tahun 2018, mengalami deflasi.

Kepala Bidang Statis Distribusi, Fredy Takaya mengatakan, berdasarkan hasil survei harga konsumen 82 kota di Indonesia, di bulan November tahun 2018.

Dikatakan, 70 kota mengalami inflasi tertinggi di Merauke sebesar 2,05 %, dan 12 lainnya deflasi tertinggi di Medan sebesar 0,64%, dan terendah di Pematang Siantar, 0,01%.

“Mamuju menempati urutan ke-10, dari 12 kota yang mengalami deflasi,” ucap Fredy Takaya di acara press rilis BPS Sulawesi Barat, Senin (3/12/2018).

Selain itu ia juga menambahkan, Deflasi di Mamuju di bulan November tahun 2018 terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks harga di dua kelompok pengeluaran yaitu, bahan makan 0,50%, dan bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,05%.

“Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,09%, kelompok sandang 0,03%, kelompok kesehatan 0,28%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,08%, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11%,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menuturkan, bahwa tingkat perubahan indeks tahun kalender bulan November tahun 2018, Kabupaten Mamuju mengalami Inflasi sebesar 1,33%.

“Sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun, November 2018 terhadap November 2017 adalah inflasi 1,93%,” tutupnya. (*Irw)