Di PIFAF 2019, Sanggar Prasbhara Manakarra Suguhkan Tari Sayo Kalumpang

 

POLMAN, POROSSULBAR – Memasuki hari ke Enam pagelaran Polewali Mandar International Folk & Art Festival ( PIFAF ) di Kabupaten Polman, yang secara resmi di buka langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM), Kamis 1 Agustus kemarin.

“Sanggar Prasbhara Manakarra (SPM) menampilkan tarian Sayo Kalumpang yang berasal dari Kabupaten Mamuju. Dan mendapat apresiasi serta decak kagum dari para penonton dan peserta Pifaf lainnya dari manca negara.

Sanggar Prasbhara Manakarra di bawah asuhan Andi Nurdelisa merupakan salah satu grup sanggar seni yang berasal dari Mamuju, yang ikut berpartisipasi di acara gelaran Pifaf 2019 kali ini.

Menurut Andi Nurdelisa, pimpinan grup seni sanggar prasbhara manakarra mengatakan bahwa keikutsertaan sanggar seninya kali ini tidak lain untuk memperkenalkan budaya tarian Sayo asal suku Kalumpang yang ada di Mamuju kepada para wisatawan dari berbagai Negara yang hadir di Pifaf.

“Kami tampilkan tari Sayo Kalumpang untuk tamu-tamu dari luar Negeri, agar budaya Mamuju lebih di kenal dunia,” sebutnya.

Lanjut dikatakan, bahwasanya tari Sayo ini merupakan tarian tradisional asal suku Kalumpang yang ada di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Tari Sayo biasanya ditampilkan di depan para pejabat daerah Sulawesi Barat pada acara-acara tertentu. Tari ini dibawakan oleh para gadis cantik dengan menampilkan keelokan gerakannya dengan diiringi iringan musik gong, serta kostum dan simbol tanduk kerbau pada bagian kepala yang dikenakan penari menggambarkan kekuatan, keberanian dan kesejahteraan masyarakatnya,” jelas Andi Nurdelisa. (*Asr)