MAMUJU, POROSSULBAR – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Kec Kalukku, Kab Mamuju di bawah naungan Dinas Pertanian Prov Sulbar diduga melakukan pungutan liar (Pungli), dengan cara menyewakan mesin combine, alat sarana pemanenan padi kesejumlah petani sawah yang ada di Kec Kalukku.

Dari informasi yang di himpun media ini, salah seorang petani di Kec Kalukku yang identitasnya enggan dipublikasikan menuturkan, kalau dirinya pernah menyewa mesin combine untuk panen padi kepada UPTD Pertanian Kec Kalukku sebesar Rp 3.500.000.

“Saya pernah menyewa mesin combine di kantor UPTD pertanian Kalukku untuk saya pakai panen padi. Dan bukan cuma saya, tetapi semua petani di Kalukku kalau mau panen padi harus berhubungan dengan kepala UPTD setempat, untuk menyewa mesin combine tersebut, “tutur salah seorang petani yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Saat coba dihubungi via telpon, Senin (12/3/2018), Kepala UPTD Kec Kalukku, Latif, menampik hal tersebut yakni adanya dugaan Pungli yang dilakukan petugas di UPTD Kalukku dengan menyewakan alat panen padi kesejumlah petani.

“Memang pada tahun 2017 lalu, petani hanya membayar Rp 80 ribu per hektar, tetapi itu bukan uang sewah alat, tetapi peruntukannya untuk dana pemeliharaan peralatan. Itupun sudah dikembalikan kepetani berdasarkan himbauan dari BPK, “terang Latif

Latif menambahkan, sekarang kalau ada petani mau memakai alat mesin combine silahkan saja tidak disewakan, tetapi harus menyurat ke Kepala Dinas Pertanian Sulbar dulu, untuk bermohon peminjaman mesin panen padi.

Mendengar informasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Prov Sulbar, H. Hamzah tegaskan, kalau mesin pertanian tersebut tidak untuk di sewakan kepada petani.

“Mesin panen padi, tidak disewakan ke petani, tetapi dipinjam pakaikan ke petani, “tegas Hamzah.

Terkait dugaan pungli tersebut, diminta kepada pihak aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan kepada Latif, selaku kepala Uptd Kec Kalukku yang di duga telah melakukan pungutan liar kepada masyarakat petani disana. (*/Asr)