MAMUJU, POROSSULBAR – Personil team python Polres “Metro” Mamuju kembali berhasil meringkus 2 (dua) orang pelaku penyalahgunaan Narkotika di jalan Arteri, Kab Mamuju, Senin (21/5/18).

“Kedua orang tersebut, diketahui berinisial M (33) dokter pada puskesmas Binanga, dan MI (38) perawat kesehatan di pelabuhan fery Mamuju.

Dari tangan kedua pelaku, team python berhasil mengamankan barang bukti, berupa 2 (dua) sachet plastik bening berisi Narkotika jenis shabu, dengan berat masing – masing 0,06 gram dan 0,4 gram.

Kemudian 2 (dua) unit handphone, merk advan dan samsung, serta 2 (dua) buah tabung kaca / pireks.

“AKP Muhammad Sukri menjelaskan, bahwa penangkapan tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat. Bahwa Lelaki (MI) yang bekerja sebagai tenaga perawat di pelabuhan fery Mamuju, biasa mengkonsumsi Narkotika jenis shabu.

Atas laporan tersebut, team Python Polres ‘Metro” Mamuju langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan lelaki (MI) dengan barang bukti berupa 1 (satu) sachet plastik bening berisi Narkotika jenis shabu, dengan berat 0,4 gram, 1 (satu) buah pireks dan 1 (satu) unit handphone merk Advan warna kuning emas / gold.

Dari penangkapan tersebut, personil team Python Polres “Metro” Mamuju mendapat informasi, bahwa barang bukti berupa Narkotika jenis shabu tersebut, ia dapatkan dari Lelaki (M) yang tidak lain berprofesi sebagai dokter kontrak di puskesmas Binanga.

Lanjut dikatakan bahwa, setelah mendapat informasi tersebut, kemudian team Python kembali berhasil menangkap Lelaki (M) dengan barang bukti, berupa 1 (satu) sachet Narkotika jenis shabu seberat 0.06 gram, 1 (satu) buah pireks dan 1 (satu) unit handphone merk Samsung warna hitam kombinasi putih,” papar Muh Sukri.

“AKP Muhammad Sukri juga membeberkan, bahwa dari hasil interogasi terhadap pelaku Lelaki (M), bahwa Narkotika jenis shabu tersebut, ia dapatkan dari salah seorang temannya yang berinisial lelaki “M” yang sampai saat ini masih dalam pengejaran personil team Python Polres “Metro” Mamuju.

Atas perbuatannya kedua pelaku di ancam dengan Pasal 112 ayat (1) subs Pasal 114 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana kurungan penjara lebih dari 5 tahun,” bebernya. (*/Asr)

#HMS/Indirwan.