MAMUJU, POROSSULBAR – Setelah merekapitulasi hasil usulan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019.

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappepan) Mamuju memaparkan hasil rekapitulasi tersebut pada kegiatan Musrenbang tingkat Kab Mamuju yang berlangsung di ruang pola kantor Bupati, Senin (19/3/18)

Ketua Bappepan, H. Muh Syahrir menyebutkan, permintaan usulan terhadap Dinas Kesehatan kini menurun dibanding 2017, dimana sebelumnya Dinas Kesehatan berada di urutan ke- 3 permintaan terbanyak, kini berada pada urutan ke- 5 dengan jumlah 21 kegiatan atau 6,56%.

“Tahun ini usulan pada Dinas Kesehatan berada di urutan lima, tahun lalu urutan tiga, kini berganti menjadi Dinas Pertanian di urutan tiga itu. Mungkin ini karena intervensi kita kemarin terhadap fasilitas kesehatan mulai dirasakan oleh masyarakat, “kata Syahrir.

Adapun total usulan pada musrembang kecamatan tahun 2018 berdasarkan pemaparan sekretaris Bappepan, H. Khatma Ahmad, yakni 320 kegiatan yang tersebar pada 23 OPD. Dimana Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berada pada urutan pertama permintaan terbanyak, yakni 149 kegiatan (47%), kedua Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dengan jumlah 38 kegiatan (12%), dan ketiga adalah Dinas Pertanian dan Peternakan dengan 31 kegiatan (10%). “Khatma menyebut, dari 320 kegiatan tersebut, 255 kegiatan berbentuk fisik dan 65 kegiatan nonfisik.

“Kalau di lihat, kegiatan fisik lebih dominan, ini yang mesti diperhatikan yaitu perubahan maindset, bahwa permasalahan daerah bukan hanya fisik, tapi juga nonfisik seperti mengatasi stunting, gizi buruk dan pernikahan anak, “sebutnya.

Terkait fokus arah pembangunan di tahun 2019, Kepala Bapepan, Syahrir menguraikan yang pertama adalah peningkatan infrastruktur dan pengembangan wilayah, kedua reformasi birokrasi, lalu pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, pembangunan pertanian, serta peningkatan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan.

Sementara itu, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid, saat memberi arahan kembali mengingatkan, bahwa dalam menyusun RKPD tahun 2019, tetap merujuk pada janji politiknya bersama Wakil Bupati Mamuju, juga melalui pendekatan teknokrat, yaitu menampung aspirasi yang sifatnya bottom up dari desa dan kecamatan lalu yang bersifat top down yakni dari Rencana Kerja (Renja) OPD.

“Demikian juga terhadap program yang bersifat top down, kemarin kita sudah lakukan forum OPD, itu kita himpun prioritas-prioritas dari OPD, tentu semua adalah rujukannya bagaimana kita mencapai RPJMD kita untuk target 2019 akan datang, ”paparnya.

Lanjut, Habsi menyebutkan musrenbang tingkat kabupaten, tujuannya adalah untuk menajamkan program-program prioritas yang akan disusun dalam RKPD tahun 2019. Tak lupa ia menyampaikan agar dalam menyusun program tidak terlepas dari lima program utama Pemkab Mamuju, yakni pendidikan dan kesehatan, percepatan pembangunan, kemandirian ekonomi, penerapan prinsip good and clean governance dan mewujudkan Mamuju sebagai daerah terbuka, ramah, aman dan beriman. Juga agar tetap menyinkronkan dengan program prioritas Prov Sulawesi Barat dan program Nasional. (*/Asr)

(Laporan: Humas Pemkab)