MAMUJU, POROSSULBAR — Angin segar buat nelayan tradisional yang ada di wilayah Prov Sulawesi Barat. Perlu diketahui Sulbar termasuk wilayah pesisir pantai, dimana masyarakatnya sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil nelayan.

Hal itu terjawab, dengan pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW PNTI) Prov Sulawesi Barat periode 2017 – 2022 yang di ketuai, Muhammad Jayadi. Selain DPW, Pengurus Daerah seperti Kabupaten Mamuju, Polman, Mateng juga ikut dilantik.

Pelantikan di hadiri Bupati Mamuju, Habsi Wahid (HW) yang juga selaku Dewan Pembina PNTI Sulbar, dilaksanakan di Aula lantai III kantor Bupati, Senin 30 April 2018.

“Perlu diketahui sebagian masyarakat Sulbar menggantungkan hidupnya dilaut sebagai nelayan tradisional, dengan hadirnya pengurus PNTI Sulbar dan Kabupaten, permasalahan pada nelayan tradisional bisa terjawab,” kata Habsi Wahid, Senin (30/4).

Menurutnya, pendapatan nelayan masih jauh dari harapan, olehnya itu Ia mengharapkan kehadiran PNTI baik dari pusat sampai ke daerah, ada perubahan taraf ekonomi para nelayan tradisional yang ada di Sulbar,” tuturnya.

“Penghasilan nelayan tradisional rata-rata Rp 1,5 juta per bulan, hal itu perlu kita tingkatkan lagi dengan kehadiran PNTI, bukan hanya dilantik saja sebagai acara seremonial,” kata Habsi. (*/Asr)

#Rls.Jay#