Hebatnya Seorang Arwan Aras Dimata Ketua Komisi VIII DPR RI

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Anggota DPR RI asal Sulawesi Barat, H. Arwan M. Aras Tammauni nampaknya mulai menunjukkan kelasnya di DPR RI untuk memperjuangkan kemaslahatan warga Sulawesi Barat.

Melalui rapat kerja bersama antara Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, Selasa (14/1/2020) di ruang Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, benar-benar dimanfaatkan oleh Arwan Aras untuk memperjuangkan sejumlah hal penting di Sulawesi Barat.

Kesempatan singkat dan terbatas yang diberikan kepada masing-masing anggota Komisi VIII untuk memberikan masukan kepada Mensos dan BNPB, digunakan Arwan Aras untuk memperjuangkan daerah asalnya terpilih sebagai wakil rakyat.

“Saya di Sulawesi Barat jauh dari pusat (Jakarta). Di Sulawesi Barat juga terjadi bencana. Ada abrasi, banjir dan sebagainya. Bahkan ada satu Pulau (Pulau Bala-balakang) yang setiap tahunnya terkikis dan bisa saja daerah ini hilang,” kata Arwan di hadapan Mensos, Kepala BNPB dan jajaran Komisi VIII.

Legislator asal fraksi PDI Perjuangan itu hanya berharap agar Mensos dan BNPB memberikan perhatian serius kepada Sulawesi Barat.

Harapan itu dituangkan Arwan dalam dokumen berupa surat yang berisi aspirasi masyarakat Sulawesi Barat yang selama reses ia serap dan himpun di masyarakat.

“Harapan saya sudah tertuang dalam dokumen ini. Saya akan menyerahkan langsung. Saya tidak membutuhkan jawaban dari Pak Menteri dan Kepala BNPB. Tapi saya berharap apa yang saya berikan ini bisa segera diwujudkan di daerah saya (Sulawesi Barat),” tegasnya.

Setelah itu, Arwan meminta izin kepada Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, untuk menyerahkan dokumen tersebut secara langsung kepada Mensos dan Kepala BNPB.

“Saya bisa serahkan Pak pimpinan (Komisi VIII)?,” ucap Arwan.

“Sangat bisa Pak, jauh dari Sulbar kan,” jawab Yandri Susanto.

Arwan pun langsung berdiri dan menuju meja Mensos dan Kepala BNPB untuk menyerahkan dokumen tersebut. Lalu Yandri Susanto memberi pujian kepada Arwan Aras atas perjuangannya membawa aspirasi dari Sulawesi Barat

“Jadi katanya nggak perlu dijawab (Mensos dan Kepala BNPB) tapi perlu dilaksanakan. Hebat juga Pak Arwan Aras ini. Ini harus masuk koran lokal nih Pak Arwan. Kalau perlu koran Nasional,” tutup yandri yang juga politisi PAN itu.

Sekadar diketahui, dalam dokumen tersebut berbagai program telah dituangkan oleh Arwan Aras, baik program yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan Mensos maupun yang berkaitan dengan BNPB.

Kepada Mensos, Arwan menuangkan program-program seperti penanggulangan kemiskinan, Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, hak penyandang disabilitas, sarana prasarana lingkungan, kebutuhan rumah tidak layak huni, pembangunan panti sosial, rumah kreasi bagi penyandang disabilitas dan program sosial lainnya.

Kepada Kepala BNPB, Arwan menuangkan dalam dokumennya program penanggulangan abrasi pantai di Kecamatan Bala- balakang, tanggul di Kecamatan Tapalang dan dan daerah lainnya di pesisir pantai.

Kemudian, program penanggulangan bencana erosi di desa Kalepu, kecamatan Tommo, pembangunan tanggul sekka-Sekka di Kabupaten Polman yang berdampak hingga Kecamatan Wonomulyo dan Tinambung, serta berbagai berbagai program penanggulangan bencana lainnya.

“Yang pasti semuanya kita usulkan dan sudah dituangkan dalam dokumen ini, selanjutnya silahkan ditindaklanjuti Pak Mensos dan Kepala BNPB,” kunci legislator muda peraih suara terbanyak hasil Pileg 2019 di Sulbar ini. (**)