MAMUJU, POROSSULBAR — Kasus penganiayaan yang menimpa wartawan TVRI Sulbar, Rahmat Tahir di salah satu hotel di Mamuju, mendapat reaksi keras dari Ikatan Jurnalis Sulbar.

Ketua IJS Sulbar, Irham Azis, S.IP mengaku, sangat mengutuk aksi premanisme yang dilakukan kelompok tertentu. Aksi brutal berupa penganiayaan yang menimpa wartawan TVRI, dinilai merusak citra kemalaqbiaan orang Sulbar.

“Kami sangat mengutuk tindakan aksi premanisme yang membuat saudara kami mengalami luka memar,” ucapnya, Minggu (19/7/2020).

Irham berharap, kepolisian segera menyelesaikan kasus tersebut, karena pelaku adalah oknum preman, yang sudah melakukan tindak pidana murni.

“Pelakunya harus segera ditangkap, agar dapat memberikan efek jerah. Jangan sampai oknum tersebut melakukan tindak pidana serupa di negara hukum ini,” ungkapnya.

Ketua bidang advokasi wartawan IJS Sulbar, Judistira SH mengaku, sangat menyesalkan pemukulan yang dilakukan secara bersama-sama.

Aksi pengeroyokan, di tempat umum tersebut, sangat melukai hati para jurnalis. Apalagi, korban bertubuh kecil, yang dianiaya orang-orang bertubuh kekar.

“Polisi harus segera bertindak dan melakukan penangkapan oknum yang terlibat dalam penganiayaan, karena ini merupakan tindakan kriminal,” ucap Judistira.

“Sebelumnya, Rahmat Tahir bersama seorang keluarganya, dicegat di lobi hotel, Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, setelah pulang dari salah satu warkop. Namun ia dan keluarganya dipukuli oleh orang tak dikenal. Aksi penganiayaan juga terjadi, pasca Musda ke-III partai Golkar.

(Hms/ * )