MAMUJU, POROSSULBAR – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang ke- 70 tahun 2018 kian dekat. Hari bersejarah ini di manfaatkan Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), dengan menggelar dialog publik dengan mengangkat tema sederhana, yakni “Potret Pembangunan Sulawesi Barat”.

“Momentum HPN kali ini, teman-teman para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam organisasi IJS,  memanfaatkannya dengan menggelar dialog Hari Pers Nasional.

Dengan melibatkan para Akademisi, Politisi, unsur Pemerintah, LSM, Tokoh Masyarakat, adik-adik Mahasiswa maupun Organisasi Kepemudaan yang ada di Sulbar.

Kegiatan ini sekaligus di laksanakan Rapat Kerja (Raker) IJS, yang akan berlangsung pada 9 Februari 2018 di Hotel D’ Maleo Mamuju, “sebut Ketua IJS, Irham, S.IP di sekretariat IJS, Rabu, 7/2.

“Menurutnya, pihaknya menjadikan HPN 2018 ini, sebagai ajang untuk menakar hasil pembangunan di masa lalu, masa kini dan yang akan datang.

“Olehnya itu, harapannya dialog yang di kemas sederhana ini bisa memberikan edukasi yang bernilai positif bagi pelaksanaan pembangunan daerah.

“Irham menyebutkan, persiapan pelaksanaan dialog publik ini sudah mencapai 95 persen. Termasuk undangan para Narasumber, seperti Pak Prof Basri Hasanuddin selaku tokoh pejuang pembentukan Sulbar, H Anwar Adnan Saleh mantan Gubernur Sulbar dua periode, mantan Bupati Mamuju, Suhardi Duka, para Bupati dari 6 (enam) Kabupaten se-Sulbar dan sejumlah undangan lainnya, yang akan dihadirkan dalam acara dialog tersebut.

Terpisah, Ketua Dewan Etik IJS, Acho Antara menyampaikan, penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan dua mata acara yakni Raker IJS dan Dialog Hari Pers Nasional.

“Kegiatan ini bisa dilaksanakan berkat dukungan semua pihak, khususnya panitia yang tak pernah mengenal lelah bekerja demi suksesnya acara tersebut. Semoga kerja ikhlas dari teman-teman ini bernilai ibadah, “katanya.

“Acho yang juga pernah bekerja di harian Mercusuar salah satu koran tertua di Palu ini menyampaikan, beragam ucapan selamat dari pejabat pemerintah maupun tokoh politik yang ada di Sulbar, hingga saat ini terus mengalir dan berdatangan.

“Ini pertanda bahwa keberadaan insan Pers, masih mendapat kepercayaan dan tempat di hati publik. Kita berharap, para jurnalis khususnya yang ikut bernaung dalam organisasi IJS semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, dengan merujuk pada kode etik jurnalis, “harapnya. (*/Asr)

(Laporan : Dewan Etik IJS, Acho Ahmad)