MAMUJU,POROSSULBAR – Pada hari ini, Senin tanggal 04 Desember tahun 2017 sekitar pukul 17.30 Wita. Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Bela pancasila yang diwakili oleh sebanyak 8 (Delapan) orang Tim Presidium aksi secara resmi mengantarkan laporan kepada pihak kepolisian dimapolda sulawesi barat untuk menyampaikan aduan terkait tudingan Sponsor yang diucapkan Gubernur sulawesi barat, Ali Baal Masdar (ABM)

Untuk diketahui, bahwa kronologis kejadian pada mulanya berawal saat Gubernur Sulawesi barat memimpin upaca peringatan hari sumpah pemuda tanggal 30 Oktober 2017 lalu. Saat dirinya memandu pembacaan Naskah/Teks Pancasila dihadapan peserta upacara, Ali Baal Masdar salah dalam menyebutkan susunan sila Pancasila. Rekaman Vidio salah baca urutan Sila Pancasila tersebut sontak menjadi viral dan mengundang banyak komentar buruk dari Netizen.

Selanjutnya, Pidato Gubernur Sulawesi barat melalui forum resmi yang diselenggarakan oleh Organisasi Kemahasiswaan Nasional dipolewali mandar tanggal 11 November 2017 lalu, ABM diduga menyampaikan usulan perubahan atau perombakan terhadap Urutan sila pancasila. Maka lagi-lagi hal itu membuat suasana masyarakat luas khususnya pengguna media sosial menjadi tidak harmonis, memancing riak dan bahkan mengundang gejolak dikalangan masyarakat, tak tekecuali sejumlah Aktivis mahasiswa dibeberapa daerah khusunya mahasiswa Ibu kota sulawesi barat.

Berangkat dari kondisi itu, Pada tanggal  21 November 2017, Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Bela pancasila menggelar aksi demonstrasi untuk meminta Gubernur Sulawesi barat segera menyampaikan klarifikasi terkait dugaan dirinya yang hendak merubah atau merombak urutan sila pancasila sebagaimana pemberitaan sejumlah media lokal maupun nasional.

Pada tanggal 22 November 2017, Gubernur sulawesi barat, Ali Baal Masdar barulah akhirnya menyampaikan Klarifikasi atas insiden tersebut melalui Jempa pers yang dilangsungkan dirumah Jabatan Gubernur sulbar yang beralamat dijalan Abdul malik pattana endeng, Rangas, Simboro dan kepulauan, Mamuju. Diakhir klarifikasinya, ABM yang didampingi oleh Kapolda Sulbar, Kepala BIN Sulbar, Perwira Penghubung Pertahanan RI, Beberapa OPD lingkup Pemprov. Sulbar, Beberapa Anggota DPRD Sulbar serta sejumlah Awak media, Dirinya menyampaikan Statement bahwa “INI SAYA BACAKAN SUPAYA TIDAK KECEWA PIHAK-PIHAK SPONSOR YANG MENSPONSORI DEMO” Maka lagi-lagi, Netizen kembali heboh dengan perkataan atau tudingan tersebut.

Akibatnya, Citra dan nama baik Gerakan menjadi tercemar. Hal itu ditandai dengan Komentar, Status dan kata-kata tak senonoh dialamatkan kepada Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dari sejumlah Netizen. Bahkan komentar yang berbaur Ancaman pun ikut dilontarkan.

Pada tanggal 27 November 2017, Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Bela pancasila kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor DPRD Sulawesi barat. Hal itu dimaksudkan untuk meminta kepada Pihak DPRD sebagai wakil rakyat agar segera melakukan pemanggilan Kepada Gubernur untuk meluruskan dan atau menyampaikan klarifikasi atas perkataan tudingan Sponsor kepada pendemo.

Namun, setelah beberapa hari, Klarifikasi akan hal itu tak kunjung dilakukan oleh yang bersangkutan (ABM). Sementara, tudingan, Komentar dan status tak senonoh dari Netizen kian menjadi-jadi. (Namun Aliansi Mahasiswa Indonesia Bela pancasila dalam hal ini, masih terus bersabar dan menunggu datangnya kata maaf ataupun Klarifikasi atas insiden tersebut)

Namun ibarat ember yang tak lagi mampu menampung Volume air. Maka barulah Tepat pada hari ini Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Bela pancasila yang diwakili oleh sebanyak 8 (Delapan) orang Tim Presidium aksi secara resmi mengantarkan laporan kepada pihak kepolisian dimapolda sulawesi barat untuk menyampaikan aduan terkait tudingan Sponsor yang diucapkan Gubernur sulawesi barat, Ali Baal Masdar (ABM)

Laporan tersebut disampaikan dengan tudingan Tindak Pindana Pencemaran Nama Baik dengan Pasal yang disangkakan yakni Pasal 310 KUHPidana.

(release)