Jalan Poros Polohu – Babana Rusak Parah,  Amril : Pemerintah Jangan Tutup Mata

MATENG, POROSSULBAR – Beginilah kondisi jalan yang menghubungkan antara Polohu menuju desa Babana Kec Budong – budong, Kab Mamuju Tengah (Mateng). Dengan kondisi jalan yang sangat pemprihatinkan bagi pengendara.

Kec Budong-budong merupakan Kecamatan pertama yang ada di lima Kecamatan wilayah Kab Mateng, justru kini menjadi daerah yang paling tertinggal di Mateng.

Tokoh Masyarakat Budong – Budong, Amril Arif

Jalan poros Polohu – Babana yang di Alokasikan melalui Dana APBD Kab Mateng itu, kini hancur dan layaknya kubangan kerbau dan sangat menjadi keluhan masyarakat, khususnya yang ada di Desa Babana Kec Budong – budong.

Amril Arif, salah satu Tokoh Masyarakat yang tinggal di Dusun Karondang, Desa Babana Kec Budong-budong mengatakan, bahwa pemicu rusaknya jalan poros Polohu – Babana, yaitu mobil angkutan CPO dari dua perusahaan sawit, PT. Trinity Palmas Plantations dan PT. Wahana Karya sejahtera mandiri (WKSM), yang muatannya melebihi kapasitas, sehingga mengakibatkan jalan tersebut kini rusak.

“Perlu diketahui, bahwa kondisi jalan poros Polohu – Babana kini rusak parah, karena selalu dilewati oleh angkutan CPO dari dua perusahaan tersebut. Dan perlu diketahui juga, bahwa kelas dan lebar jalan itu ada aturannya.

Seperti jalan ini, yang dilalui oleh mobil angkutan CPO yang melebihi kapasitas muatan, kapasitas jalan ini di bawah 20 ton, sementara mobil angkutan CPO itu di atas kapasitas, bagaimana jalan tidak rusak kalau di lewati muatan yang melebihi kapasitas,” terang Amril.

Lebih lanjut, rusaknya jalan poros Polohu – Babana yang sering dilalui oleh angkutan cpo yang melebihi kapasitas itu, sangat berdampak buruk kepada masyarakat, seperti suara bising yang di keluarkan oleh mobil angkutan cpo yang sangat keras, debu yang dapat mengganggu kesehatan warga, mengganggu ketenangan warga dengan getaran yang ditimbulkan oleh mobil angkutan cpo yang lewat,” pungkasnya.

Di dalam aturan, itu sudah jelas bahwa hak dan kewajiban perusahaan itu ada, pihak perusahaan itu bebas melewati karena pemerintah melindungi, dan tidak berdasar mereka itu apabila pemerintah tidak meluaskan, hanya mereka (pemerintah.red) melindungi pihak perusahaan.

Dan mewakili masyarakat agar pihak perusahaan Trinity dan WKSM, diminta peduli atas keluhan masyarakat Desa Babana, dan kami meminta kepada pihak Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk pro kepada rakyat, memikirkan kesejahteraan rakyatnya, jangan pro kepada perusahaan hanya karena kepentingan Pribadi,” tegas Amril Arif, yang akrab disapa dengan sebutan Karondang Merdeka ini. (*/Asr)

#Lap/Enda.