Kadinkes Mamuju Mediasi Sengketa Lahan Pustu Desa Lebani

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Sengketa lahan lokasi bangunan Puskesmas pembantu (Pustu) yang ada di Desa Lebani Kecamatan Tapalang Barat, yang sampai saat ini masih menyisakan permasalahan antara pemerintah Desa Lebani dengan pihak ahli waris, Muhammad Nur.

“Yang mana bangunan Pustu tersebut telah berdiri sejak tahun 80-an lalu.

Hingga saat ini, kepemilikan lahan Pustu Lebani belum juga menemui titik terang, kepala dinas kesehatan Kabupaten Mamuju, drg. Firmon, MPH mengambil langkah untuk melakukan mediasi di Aula Kantor Dinas Kesehatan Mamuju, Rabu (3/10/2018) pukul 10.00 wita.

Dimana menghadirkan Jumadil selaku kepala Desa Lebani, Muhammad Nur selaku ahli waris yang didampingi tiga orang saudaranya, Sekertaris Camat Tapalang Barat, perwakilan Bidang Aset Kabupaten Mamuju, drg. Sunanti yang menjabat kepala Pustu Lebani pada saat itu, serta dari perwakilan media yang menyaksikan langsung jalannya mediasi yang digelar Kadinkes Mamuju.

“Kurang lebih tiga jam lamanya dilakukan mediasi oleh Kadinkes Mamuju. Akhirnya Kades Lebani, Jumadil  akan melakukan koordinasi bersama beberapa orang tua dan akan secepatnya membuat bukti hibah kepemilikan lahan yang ada di Pustu Lebani kepada M Nur selaku Ahli waris.

Dan terkait permasalahan sengketa lahan lokasi bangunan Pustu Lebani yang sampai saat ini belum jelas kepemilikannya, Kadinkes Mamuju mengatakan saya kira sudah jelas, bahwa sporadik itu batal demi hukum dan tentunya dalam hal ini pak Nur sudah menjadi pemiliknya, dan juga kepala desa sudah mengakui bahwa dia salah dan tidak tahu menahu sejarah tanah itu, jadi kesimpulannya menurut saya, M Nur pemiliknya secara sah, mengapa saya katakan sporadik itu batal demi hukum, karena cara pembuatannya tidak sah,” tegas drg Firmon.

Jumadil selaku Kades Lebani  juga mengatakan, bahwa akan secepatnya memberi solusi tentang permasalahan ini, agar tidak berlarut-larut yang dapat menghambat proses pembangunan Pustu Lebani demi kepentingan masyarakat umum,” jelasnya.

“Mudah-mudahan bisa secepatnya diselesaikan permasalahan ini, saya urus dulu secara kekeluargaan. Dan tadi sudah dilakukan mediasi oleh kepala dinas, kalau memang solusinya nanti bisa dapat solusi yang terbaik  dan kakanda saya Pak Nur sudah mau kembali ke Kaltim, Insya Allah Kamis malam besok saya akan datang ke rumah beliau bersilaturahmi di Sumare,” tutup Kades. (end)