MAMUJU, POROSSULBAR – Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling mendapat perhatian serius pemerintah kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Dimana sektor pendidikan ini, selama kurang lebih 4 tahun terakhir dibawah kepemimpinan Bupati Mamuju, H Habsi Wahid dan wakilnya Irwan SP Pababari berhasil menorehkan beberapa prestasi yang membanggakan daerah Mamuju.

Salah satunya, dimasa pemerintahannya Mamuju sukses mencatat prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di tahun 2016 lalu.

Hal ini dikatakan Dra. Hj Murniani, MM kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (Kadisdikpora) kabupaten Mamuju kepada laman ini saat dikonfirmasi sejumlah media, diruang kerjanya, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, awalnya di tahun 2016 lalu pemerintah kabupaten Mamuju sudah memperkenalkan GKB dengan jumlah 3.376 anak untuk kembali masuk dalam lingkungan dunia pendidikan di Mamuju.

Untuk memastikan anak usia didik memperoleh hak atas pendidikan, pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengembalikan anak tidak sekolah ke bangku sekolah sebanyak 6.844 anak dari total 8.254 anak, sejak tahun 2016 hingga 2019.

“Kita juga telah mencatat kemajuan di berbagai sektor. Untuk layanan pendidikan, sejak tahun 2016 pemerintah Kabupaten Mamuju,” ucapnya.

Jadi bisa di bilang bahwa kabupaten Mamuju menjadi salah satu daerah percontohan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia dalam hal mengembalikan anak putus sekokah yang dicanangkan dalam Gerakan Kembali Bersekolah atau GBK.

“Bahkan berkat torehan prestasi yang dicapai pemkab Mamuju, ada beberapa daerah yang datang berkunjung ke Mamuju melakukan studi banding terkait mengembalikan anak putus sekolah, diantaranya yakni Kab. Brebes Jatim, Bondowoso Jatim, dan Bone Sulsel,” terang Murniani.

“Upaya ini telah diganjar dengan Rekor MURI sebagai suatu keberhasilan Gerakan Kembali Bersekolah,” tutup Murniani. (Asr/…)