MAMUJU, POROSSULBAR – beberapa waktu lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmizi, SH, MH, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Andi Muhammad Hamka, SH, beserta rombongan mengunjungi pembangunan bendung saluran irigasi yang terletak di Desa Sondoang Kec Kalukku, Kab Mamuju, Prov Sulbar, Senin (21/2/18).

Pihak Kejaksaan Tinggi wilayah Sulselbar selaku tim pengawalan, pengamanan, pendampingan dan pengawasan daerah (TP4D), dalam pembangunan bendungan saluran irigasi. Kejati Sulselbar juga mendesak pihak PT Utama Karya untuk segera melakukan proses pembangunan, karena sesuai hasil pengawasan dari pihak Kejati Sulselbar, bahwa proyek tersebut harus secepatnya dikerjakan.

“Kami dari Kejaksaan Tinggi diminta untuk mengawal dan mengawasi pekerjaan pembangunan bendung saluran irigasi yang ada di Desa Sondoang, Kec Kalukku ini, dan kami sudah bentuk tim untuk pengawalan yang sekarang dalam proses pembebasan tanah.

Kemarin kebetulan punya waktu serta tim TP4 juga ada ditempat, maka saya langsung mengunjungi lokasi bendungan tersebut, dan saya mendapat laporan dari sana bahwa pekerjaan itu sudah tidak ada masalah.

Namun ada sedikit kendala di ujung yang diatas bukit ada permasalahan sedikit, dan sudah saya sampaikan ke pihak Utama Karya, agar segera dilakukan kegiatan pembangunan, ini adalah pekerjaan berlanjut, dan kalau ada masalah hukum disana, kita akan selesaikan,” terang Kajati.

“Lebih lanjut ditambahkan juga oleh Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Wilayah Sungai Kalukku-Karema, Daniel, ST, MT. Ia menjelaskan, bahwa sangat mendukung pihak Kejaksaan dalam rangka pendampingan anggaran APBN yang dikelolah oleh satker – satker, terutama dalam membantu pengawasan pelaksanaan kegiatan untuk menghindari kesalahan yang dilakukan oleh penyedia jasa.

“Kami sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh TP4, ini memang yang sangat diharapkan terutama proyek proyek strategis. Dan harapan saya, semoga masyarakat pemilik lahan dapat menerima hasil penilaian oleh tim pengadaan tanah, supaya kami segera bekerja,” harapnya.

Ini semua, demi kepentingan masyarakat yang menerima manfaatnya, dan terlebih pemerintah daerah Kabupaten maupun Provinsi akan menjadi salah satu andalan ketahanan pangan di Sulbar,” tutup Daniel. (*/Asr)

#Lap/Enda.