Kapolres : Pos – Pos Lalulintas Disetiap Kecamatan Bisa Diaktifkan Kembali

MAMUJU, POROSSULBAR — Tingginya angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) diwilayah hukum Polres “Metro” Mamuju yang meliputi dua Kabupaten, yaitu Mamuju dan Mamuju Tengah menjadi perhatian serius jajaran Polres Mamuju.

Tercatat sepanjang bulan Ramadhan dari April hingga Mei 2019, korban jiwa yang berujung kematian akibat lakalantas sebanyak 4 (Empat) orang dengan lokasi TKP yang berbeda-beda.

“Hal ini tentu perlu pola edukasi dan pengawasan bagi masyarakat pada umumnya.

Kapolres Mamuju, AKBP Moh Rivai Arvan saat ditemui usai menggelar konferensi Pers akhir Ramadhan yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Mamuju, Senin (3/6/2019) mengungkapkan salah satu faktor rendahnya kepatuhan lalulintas di daerah dikarenakan kurangnya pengawasan pihak kepolisian khususnya di bidang lalulintas.

“Saya sudah bicara dengan pimpinan agar kiranya kita dapat mengaktifkan kembali pos-pos pengawasan lalu lintas yang ada di setiap Kecamatan.

Dimana pos-pos ini sempat ditutup karena dicurigai sering terjadi pungli, namun nanti kita akan carikan format yang tepat agar perilaku seperti itu tidak terjadi lagi,” ungkap Rivai Arvan.

Menurutnya, pihak Polres “Metro” Mamuju saat ini masih kewalahan ketika terjadi kecelakaan maupun tindakan pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kecamatan terjauh dari pusat kota.

Sehingga kerja Kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan tersebut ikut terhambat, terlebih dengan luasnya cakupan wilayah Polres “Metro” Mamuju.

Untuk personil lalulintas di Polres “Metro” Mamuju kami akui masih sangat kurang, khususnya personil yang punya pemahaman detail terkait lalulintas.

“Maraknya ketidakpatuhan lalulintas seperti aksi balapan liar dan sebagainya itu disebabkan oleh jangkauan personil kita yang sangat jauh,” tutupnya. (**)

#Iqbal.red