MAMUJU, POROSSULBAR – Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-43, yang di gelar Primer koperasi Kartika Hasauddin Korem 142 Tatag, merupakan suatu agenda wajib dalam kepengurusan koperasi.

“Yang mana dalam RAT tersebut akan membahas pertanggungjawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada anggota.


Juga disampaikan beberapa laporan tahunan yang memuat hal-hal yang perlu disahkan dalam RAT, yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi  koperasi. Untuk dapat di bahas bersama berdasarkan musyawarah mufakat, serta mendapat pengesahan dari seluruh anggota.

Hal ini yang dilaksanakan oleh Primer koperasi Kartika Hasauddin tatag Korem 142 tatag, saat menggelar acara tutup buku tahun 2017, denga bertemakan “Dengan semangat wirausaha dan kemitraan, kita tingkatkan peran koperasi kartika guna mendukung pelayanan yang maksimal kepada Prajurit, Pns dan Keluarga”.


“Nampak hadir Kasrem 142/Tatag Letkol Arh. M. Imran, Kasi pers Letkol CAJ. I wayan Wirya, Kasi intel Letkol Kav. Thomas R, Kasi Log Letkol inf. Utsman Abdul Ghofir, Kapten inf Mallawangan yang mewakili (ketua  pusprimpkop Hasanuddin), Ibu farida (Kadis Perindag dan UKM Mamuju), Letda CPL. Judarman (ketua primkop korem 142/Tatag), Para perwira (korem 142/Tatag), Para Anggota dan PNS Korem 142/Tatag

Dalam Sambutannya, Kapten inf Mallawangan, menyampaikan bahwa  anggota adalah mereka yang mempunyai kedudukan sebagai pemilik, sekaligus juga sebagai pengguna koperasi, sehingga dikatakan bahwa maju mundurnya koperasi sangat tergantung pada tingkat partisipasi anggotanya.

“Maju mundurnya koperasi tergantung pada pengurus dan semua anggotanya, koperasi Tatag ini saya lihat bisa maju pesat tergantung pengurusnya, karena SHU nya sekitar 2(dua) miliyar, “Ucap Kasrem, dalam sambutannya dan sekaligus membuka RAT.

“Sebab semakin banyak modal, bisa mengelola koperasi untuk menambah pendapatan SHU nya demi kesejahteraan anggotanya. Itu juga tergantung oleh pengurus-pengurusnya dan juga partisipasi dari semua anggota agar kedepan, koperasi kita ini bisa bertambah maju, “tambahnya.  (*/Asr)

(Penrem 142/Tatag)