Ketua IJS Menilai Kerjasama Media DPRD Sulbar Terkesan Amburadul

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Anggaran media di Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat di kecam Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Irham Azis, S.IP.

“Irham menganggap, anggaran DPRD Sulbar yang dialokasikan untuk media sarat dengan kegiatan monopoli dan terkesan amburadul.

Media yang diharuskan oleh Sekwan untuk mendapatkan Rekomendasi melalui anggota dewan agar bisa bekerja sama di DPRD Sulbar sangat tidak efektif dan terkesan akan menimbulkan permasalahan,” tegas Irham kepada sejumlah awak media di Sekertariat IJS jalan Andi Depu Mamuju, Senin (20/4/2020).

“Lanjut Irham, Media selama ini tidak pernah diajak DPRD Sulbar untuk melakukan konsolidasi dan berdiskusi terkait tata cara kerja sama media, sehingga sistem yang berjalan saat ini tidak jelas dan kacau balau.

Media yang akan dibayarkan di DPRD Sulbar hanya Media yang mempunyai Rekomendasi dari Anggota Dewan, lantas bagaimana nasib Media yang tidak memiliki Rekomendasi. Jadi saya kira sistem ini tidak dibenarkan,” ujar Ketua IJS.

“Kami akan telusuri aktifitas kerjasama Media yang ada di DPRD Sulbar, jika faktanya kami temukan manipulasi dan pelanggaran, tentunya akan kami laporkan,” tegasnya.

Ketua IJS berharap, sistem kerjasama media di DPRD Sulbar agar di jelasan secara transparan dan tidak melibatkan Anggota dewan untuk mengurusi anggaran media karena hakikatnya berbeda

“Kenapa Media harus dapat rekomendasi dewan dulu baru bisa bekerjasama dengab DPRD Sulbar, ini tentunya akan menjadi masalah besar di kemudian hari,” pungkasnya. (**)