Ketua MUI Sulbar Siap Dukung Polri Perangi Paham Radikal

MAMUJU, POROSSULBAR – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar KH. Nur Husain menyatakan siap memperkuat sinergitas dengan Kepolisian guna mencegah paham radikalisme.

Menurutnya, penguatan sinergitas antara MUI dengan Kepolisian di Sulbar dipandang penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan dini paham radikalisme maupun tindak pelanggaran hukum oleh suatu kelompok tertentu dengan memaksimalkan pembinaan umat.

“Pembinaan umat yang kami lakukan bersama dengan Polda Sulbar selama ini dengan cara aktif melakukan silaturahim dan melancarkan program sholat subuh berjamaah ke masjid-masjid berdialog dengan jamaah untuk menghasilkan solusi dari setiap persoalan yang ada,” jelasnya.

Upaya ini dianggap sangat strategis karena dapat langsung bertatap muka dengan masyarakat atau jamaah di masjid membahas segala sesuatu persoalan yang terjadi atau bahkan jika akan terjadi.

“Meskipun sampai saat ini kami tidak menemukan pemahaman radikalisme di kelompok masyarakat, namun tetap harus kita waspadai dengan dilakukan pencegahan sedini mungkin,” katanya.

Pihaknya optimis, pemahaman radikal dapat dicegah jika ditangani secara bersama-sama oleh para alim ulama, tokoh masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Bersamaan dengan itu, pihaknya juga mengecam segala tindakan anarkis yang dilakukan oleh para oknum saat menyampaikan aspirasi, mestinya memberikan nasehat itu mendatangi pemimpin dengan baik bukan malah melakukan hal-hal pemberontakan dan pengrusakan,” tuturnya.

Terkait dengan Agenda pelantikan presiden yang tak lama lagi, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Mamuju untuk mendukung pelantikan presiden yang tetap kondusif dengan menolak segala isu-isu negatif yang sifatnya provokatif.

“Ayo Sukseskan pelantikan presiden demi keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Kabid Humas AKBP Hj. Mashura juga berharap agar keamanan negeri ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama dengan menolak segala tindakan anarkis, menolak paham radikal dan mendukung pelantikan presiden yang kondusif,” tuturnya. (**)