Foto : Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi bersama dengan Iksan Syarif saat mendengarkan tuntutan Korps HMI-WAti (KOHATI) Cabang Manakarra

 

Kohati Minta DPRD Mamuju Kawal Dugaan Pelecehan Seksual di Bus

MAMUJU, POROSSULBAR – Korps HMI-WAti (KOHATI), Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra, Kabupaten Mamuju mendatangi Kantor DPRD Mamuju dalam rangka meminta kepada DPRD Mamuju untuk mengawal dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang Mahasiswa inisial Ia di atas bus Pipos saat dalam perjalanan dari Mamuju ke Makassar.

Selain itu, Kohati juga meminta DPRD Kabupaten Mamuju untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penumpan untuk setiap perwakilan yang ada di Mamuju. Serta meminta mendorong pengesahan RUU kekerasan seksual terhadap perempuan di DPR-RI.

Kemudian meminta DPRD Kabupaten Mamuju untuk menanyakan surat keluarga korban yang dimasukkan di Polda, dan meminta untuk sementara perwakilan pipos ditutup sampai adanya kejelasan kasus tersebut.

Menanggapi tuntutan Korps HMI-WAti (KOHATI) Cabang Manakarra, Ketua DPRD Mamuju, St Suraidah Suhardi, menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap kejadian pelecehan seksual tidak terjadi lagi.

“Saya sebagai perempuan sangat merasakan dan menyayangkan kejadian tersebut, semoga kejadian tersebut yang terakhir kalinya,” ungkapnya, Rabu (30/1/2019).

Mengenai beberapa tuntutan, Suraidah akan mengundang pihak yang terkait untuk memberikan penjelasan, serta ia juga bersepakat jika pintu masuk dan keluar antara laki-laki dan perempuan di pisahkan.

Mengenai permintaan untuk menutup terminal Bus Simbuang, Suraidah meminta untuk dipertimbankan. Akan tetapi beberapa tuntutan Kohati, pihaknya terlebih dahulu akan membahas dengan anggota DPRD yang lain.

Disamping itu, Anggota DPRD Mamuju, Iksan Syarif dari Politisi Partai Hanura, meminta untuk dipercayakan kepada DPR terkait semua tuntutan yang disampaikan.

Kemudian sekaitan dengan proses hukum, pihaknya mempercayakan kepada pihak kepolisian.

“Saya kira itu yang bisa sampaikan dan berkaitan yang lain bisa dipercayakan kepada kami,” pungkas Iksan. (**)