Rapat Komisi III DPRD SUlbar bersama pihak PLN. senin 23 maret 2015

Rapat Komisi III DPRD SUlbar bersama pihak PLN. senin 23 maret 2015. foto; Daus

Mamuju-Media Poros Sulbar. Komisi III DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat dengar pendapar (RDP) dengan PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbartra),rapat itu di gelar di ruang komisi III lantai empat gedung DPRD Sulbar senin 23/03/2015 kemarin.

Agenda rapat salah satunya adalah memperjelas kepada pihak PLN kapan daerah ini dapat menikmati aliran listrik secara menyeluruh,mengingat masih banyak desa dan kecamatan di Sulbar yang belum mendapat dan menikmati aliran listrik.

Pimpinan rapat ketua komisi III DPRD Sulbar Firman Argo Waskito pada acara mengatakan di Sulbar masih banyak daerah yang belum menikmati aliran listrik,padahal secara teknis tiang Pln telah terpasang 3 tahun yang lalu.

” Contoh kecil di kecamatan tommo kabupaten Mamuju,kecamatan topoyo Mamuju Tengah dan di kecamatan lain di kabupaten Mamuju Utara,banyak tiang sudah terpasang tapi listriknya belum mengalir,ini harus segera di carikan solusi,”ungkap Politisi partai Demokrat itu.

Menurutnya potensi listrik (bahan baku listrik) di daerah ini sangat banyak namun belum di kelola dengan baik sehingga masyarakat belum dapat menikmati aliran listrik dengan maksimal.

” Bahan baku listrik kita cukup banyak,ini harus di kelola supaya masyarakat kita dapat menikmati aliran listrik,kita harapkan pelayanan listrik di Sulbar tidak lagi ada pemadaman secara bergilir,Pln kita harapkan berbenah,”tegas anggota DPRD Sulbar dapil Mamuju itu.

Salah satu contoh bahan baku yang berpotensi menjadi listrik menurut pria berdarah Jawa itu adalah Plta karama III yang berada di aliran sungai desa Karama Kecamatan Kalumpang Mamuju.

” Plta Karama itu potensinya listriknya mencapai 500 MW,kalau ini sudah berhasil,rakyat sulbar secara keseluruhan sudah dapat menikmati aliran listrik.”Tandasnya

Maneger bidang Perencanaan PLN Wilayah Sulselbartra Makkasau. Sanrang berjanji akan segera membenahi sistem layanan yang ada.
Ia menegaskan kendala teknis sehingga aliran listrik belum di alirkan ke sejumlah desa dan kecamatan yang tiangnya telah terpasang yakni karena Gardu induk dan trsmisi belum ada.

Ia menegaskan paling lambat 2016 aliran listrik ke desa dan kecamatan yang telah di pasang tiang listriknya akan di alirkan,” Paling lambat 2017 semua akan menyala, kita masih terkendala soal Gardu dan Transmisi, Gardu akan segera kami buat sepanjang tanah sudah di siapkan Pemda.”Ungkapnya…(*DS*)