PASANGKAYU, POROSSULBAR – Polda Sulawesi Barat menetapkan kepala desa Doda, Resmi Naso, Kec Sarudu Kab Pasangkayu sebagai tersangka atas dugaan kasus ijasah palsu.

“Kades Doda, Resmi Naso, ditetapkan sebagai tersangka lantaran dianggap melanggar pasal 263 ayat 2, KUHP sub pasal 69 ayat 1 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kasus ini ditangani Polda Sulbar berdasarkan LP/15/II/2018/SPKT/Sulbar, tertanggal 6 februari 2018.

Penetapan tersangka itu, diketahui publik setelah SPDP Polda Sulbar ke Kejaksaan Negeri Pasangkayu, yang ditandatangani oleh AKBP Iskandar, SH, SIK mewakili Direktur reserse kriminal umum Polda Sulbar tersebar.

“Saat ini Polda Sulbar telah melakukan penyitaan barang bukti tersangka diantaranya :

Ijasah SD, paket B, ijasah yayasan MA (madrasah aliah al khairat) dan surat rekomendasi dari Depag Pasangkayu.

Polda Sulbar juga telah melayangkan surat kepada Bupati Pasangkayu, perihal bantuan pemanggilan terhadap Kadis PMD Pasangkayu, Arfan Lasibe, Kabag Pemerintahan, Muh. Hatta, Camat Sarudu, Hasan, Kadis Pendidikan Pasangkayu, Badaruddin, Sekretaris Dinas Pendidikan Pasangkayu, Basri, untuk selanjutnya dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu (28/2/2018).

“Saat dilakukan konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dan surat aduan Krimum / sudah lakukan lidik terhadap saksi-saksi antara lain, saksi :

1. Pelapor,

2. Tim Verifikasi tingkat Desa dan tingkat Kabupaten.

3. Terlapor, serta

4. Saksi dari Diknas, Kanwil Depag, serta keterangan dari Depag Kabupaten Pasangkayu, yang menjelaskan bahwa  Kades Doda tidak tercatat di KR. 02 sebagai peserta Ujian di Al khairat Baras.

“Ijazah yg digunakan saat proses seleksi Kepala Desa, adalah ijazah yayasan Alkhairat, dan sedangkan Ijazah Negara, dia tidak miliki sebab yang bersangkutan tidak pernah mengikuti proses belajar mengajar, dan Penyidik sudah lakukan Gelar Perkara dan memiliki 3 alat bukti yang cukup, untuk dinaikkan ke proses Sidik dan menetapkan saudara Resmi Naso (Kades Doda) sebagai tersangka, dengan Dugaan penggunaan ijasah palsu, “terang Mashura. (*/Asr)