MAMUJU,POROSSULBAR – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Launcing Pendidikan karakter di Sma Negeri 1 kalukku,  pada 15/12/17, yang dapat di maknai sebagai upaya mendorong pelajar untuk tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip – prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian dalam melakukan yang benar meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

Launcing Pendidikan karakter yang di hadiri oleh Yusriana S.Pd. M.Si. selaku Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, mengatakan bahwa, pengetahuan mengenai nilai – nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai, nilai tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam fikiran dan tindakan.

Ket.Foto: Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Yusriana S.Pd. M.Si.

“Karakter bangsa yang berbudi luhur, sopan santun, ramah “ tamah, gotong royong, disiplin, taat aturan yang berlaku dan sebagainya, perlu metode pembiasaan dan keteladanan dari semua pihak dan stakeholder pendidikan diharapkan andilnya dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian kebudayaan lokal di daerah khususnya dikalangan peserta didik sebagai penerus bangsa yang ada di Provinsi Sulawesi barat, ” katanya.

lanjut, di katakan lagi oleh Yuariana, bahwa Salah satu bentuk penerapan Pendidikan karakter yang bisa dilakukan disekolah “ sekolah khususnya di Sulawesi barat adalah budaya Malaqbi yang merupakan bagian dari kearifan budaya lokal, Sikap malaqbi yang dimaksudkan adalah bagaimana seorang peserta didik bersikap dan menunjukan pola tingkah laku yang baik dalam berpakaian dan bertutur kata yang mencerminkan dirinya sebagai manusia yang patut di jadikan contoh dan panutan, selain di Sma Negerk 1 kalukku, di dua  sekolah juga yang ada di Kabupaten Mamuju akan melouncing Pendidikan Karakter.

“Budaya malaqbi yang dapat kita realisasikan disekolah misalnya dengan penerapan pemakaian atribut sebagai simbol kedaerahan yang menekankan pada pengenalan budaya lokal yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah setempat yang perlu ditanamkan kepada peserta didik, ” tambahnya.

Selain itu, penggunaan bahasa lokal dipandang perlu diaplikasikan paling tidak sehari dalam seminggu di setiap proses pembelajaran disekolah, Penanaman pendidikan karakter juga bisa dilakukan dengan membudayakan penyambutan peserta didik digerbang sekolah oleh petugas piket dengan berpakaian adat dan menggunakan bahasa daerah. 

“Penerapan Pendidikan karakter melalui sikap malaqbi sebagai bentuk implementasi kearifan budaya lokal bagi peserta didik, sehingga dengan penerapan budaya tersebut kita telah memperkenalkan dan menerapkan kebudayaan lokal kita, dan mestinya kita bangga dengan apa yang kita miliki dan memperlihatkan kepada dunia bahwa inilah daerah kita, ” tutup Yusriana.