MAMUJU, POROSSULBAR – Berita bohong atau lebih populer dikenal dengan Hoax, saat ini memang marak tersebar dengan mudah di media sosial (Medsos). Biasanya, informasi hoax ini sengaja diproduksi dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Maraknya berita hoax ini, membuat jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar akhirnya gencar mengkampanyekan gerakan melawan hoax, mulai dari mengajak wartawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pondok pesantren, sekolah-sekolah, organisasi, LSM dan sebagainya.

Tak mau ketinggalan dalam membantu peranan kepolisian, salah seorang pemuda Sulbar, Ashari Rauf pun ambil bagian. Ia berinisiatif masuk ke sejumlah sekolah-sekolah, mengajak para pelajar melawan hoax.

“Saya sudah masuk ke beberapa sekolah. Kita tidak mau generasi pelanjut harapan bangsa tercemari oleh berita-berita hoax, sehingga saya berinisiatif ke sekolah-sekolah untuk mengajak para pelajar melawan hoax, “katanya.

Ashari yang juga merupakan Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kab Mamuju ini tak lupa menyampaikan materi tentang bahaya berita hoax dan cara mencegahnya di hadapan para pelajar saat berada di sekolah.

“Saya menyampaikan ciri-ciri dari informasi yang hoax itu. Kemudian saya beritahu solusi dan cara melawan hoax itu sendiri. Selanjutnya, saya menyampaikan ancaman hukuman bagi para pelaku dan penyebar hoax, “jelasnya.

Dia berharap, dengan gerakan sederhana itu tentu bertujuan untuk membangun kesadaran dan persepsi bersama bahwa hoax adalah musuh kita, karena dapat memprovokasi dan mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Olehnya, saya mengajak kaum muda lainnya, utamanya kalangan pelajar mari kita kampanyekan untuk berani melawan hoax. Kita bergerak demi kebaikan generasi kita kedepan, “ujar Ashari. (*/Asr)