MAMUJU, POROSSULBAR – Ahli waris pemilik lahan areal bangunan Puskesmas di dusun Tamala, desa Lebani, Kec Tapalang Barat, Kab Mamuju, Sulawesi Barat, persoalkan status lahan yang kini dalam penguasaan pemerintah setempat.

”Selaku ahli waris kepemilikan lahan diatas bangunan Puskesmas Lebani, ini akan kami persoalkan secara hukum. Pemerintah bangun Puskesmas karena alasan tanah hibah, yang kami pertanyakan siapa yang menghibahkan lahan keluarga kami yang ada di Lebani,” tegas Muhammad Nur, selaku ahli waris. Minggu, (22/4/18) di Mamuju.

 

“Muh Nur yang juga anak kandung dari Ibu Norma ini menuturkan, ada oknum yang ditengarai sengaja merekayasa status Akta hibah tanah, sehingga pemerintah membangun Puskesmas itu,” paparnya.

Karena itu, jika persoalan lahan ini tidak menuai titik terang, maka ahli waris akan membawa masalah ini keranah hukum,” pungkasnya.

Ia mengatakan, pihak keluarga telah menelusuri asal muasal terbitnya sporadik penguasaan lahan yang ditandatangani kepala Puskesmas Dungkait, drg. Sunarti dan diketahui langsung oleh kepala desa Lebani, Rusman.

”Surat Sporadik ini diterbitkan pada tanggal 13 November 2010 oleh pak Kades Lebani, dengan luas lahan 25 × 20 meter. Pemerintah menganggap tanah ini diperoleh berdasarkan hibah sejak tahun 1984. Ini sama halnya perampasan tanah warga, karena tidak jelas siapa yang telah menghibahkan tanah ini,” bebernya.

Sementara Kepala Puskesmas Tapalang Barat, drg Sunarti yang dihubungi via telephone belum berhasil. (*/Asr)

#Acho.