MAMUJU, POROSSULBAR – Setelah mangkir dari panggilan pertama penyidik Polda Sulbar, Senin (14/5/18) lalu. Akhirnya, hari Jumat (18/5/18) lalu, Dadal Angkoro, Kpw BI Sulbar penuhi panggilan kedua penyidik Polda Sulbar, di ruang penyidik Polda Sulbar.

Hari ini penyidik Polda Sulbar, telah memeriksa Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Dadal Angkoro, sebagai saksi terlapor, dugaan pencemaran nama baik profesi wartawan. Bahkan, penyidik mempercepat pemanggilan, dari yang seharusnya.

“Kami sudah periksa yang bersangkutan, dalam kapasitas saksi. Penyidik melakukan klarifikasi, hari jumat (18/4/18) lalu, diruangan Direskrimum Polda Sulbar,” ucap Kombes Pol Yaved, kepada wartawan.

Semula, Dadal angkoro akan diperiksa senin (14/5/18), namun karena berada diluar daerah, maka pemeriksaan batal dilakukan. Dan pada hari jumat, penyidik melakukan pemanggilan, karena yang bersangkutan berada di Mamuju.

“Sebelumnya, kami menilai beliau (Dadal Angkoro-red), tidak kooferatif, karna pada saat dipanggil hari kamis (17/4/18), melayangkan surat bahwa sedang tidak berada ditempat. Padahal, pada hari Rabu, ikut mendampingi Gubernur meninjau harga sembako di pasar baru.

Sehingga kami tidak perlu menunggu hari Senin, hari ini. Untuk memeriksa beliau, karena hari Jumat lalu, telah diperiksa penyidik,” urai Ditreskrimum Polda Sulbar.

Sebelumnya, Aliansi Wartawan Sulbar (AWAS), telah melaporkan Dadal Angkoro, terkait pencemaran profesi wartawan, sesuai UU ITE. Yang tergabung dalam 4 organisasi pers di Sulbar, terdiri atas IJS, IWO, JOIN dan AJOI, juga telah mengirim surat ke Gubernur BI, untuk memohon agar Dadal Angkoro, dipecat dari jabatannya, sebagai kepala BI perwakilan Sulbar, karena telah melukai hati wartawan di Sulbar, khususnya wartawan media online. (*/Asr)

#Rilis.HMS/IJS.