MAMUJU, POROSSULBAR – Mantan Bendahara BPKAD Kab Mamuju, Abdullah, terdakwa kasus korupsi Dana Bansos tahun 2016, sebesar 7,2 M.  Telah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Mamuju, Rabu [14/02].

Kepala seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Mamuju, Cahyadi Sabri, SH.  Mengatakan, bahwa terdakwa Abdullah, telah merugikan Uang Negara senilai 7,2 M.  Yang melibatkan mantan Kepala BPKAD Kab Mamuju, Ayub.

“Kasus Korupsi Dana Bansos 2016 pada BPKAD Kab Mamuju, telah di gelar sidang tuntutan kepada terdakwa, Abdullah. Dengan agenda pembacaan surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU),  yg dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa Abdullah, terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana Korupsi.

Sebagaimana tersebut dalam surat dakwaan subsider pasal 3 UU No. 21 tahun 2001, tentang tindak pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP,  Menyatakan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun, dikurangi masa tahanan sementara.

Dengan perintah, terdakwa tetap dalam tahanan dan denda sebesar Rp 500 juta Subsider 3 bulan penjara, Barang bukti dikembalikan kepada BPKAD Kab Mamuju dan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 10.000, “terang Cahyadi.

“Jaksa Penuntut umum juga telah menjadwalkan persidangan berikutnya pada sidang pembelaan dari Penasehat Hukum dan terdakwa Abdullah.

“Sidang tuntutan terdakwa Abdullah baru saja di gelar, dan kami akan kembali menjadwalkan persidangan dengan agenda nota pembelaan dari Penasehat Hukum dan tedakwa Abdullah, “tutup Cahyadi, Kasi Pidsus Kejari Mamuju.  (*/Asr)

(Laporan: Enda)