Mendapat Intimidasi, Grab Car Mamuju Datangi Perwakilan Bandara Tampa Padang

MAMUJU, POROSSULBAR – Puluhan Pengemudi Transportasi Online Grab wilayah Mamuju yang tergabung dalam OTC (Online Transportation Community) Mamuju mendatangi kantor perwakilan Bandara Tampa Padang.

Untuk mempertanyakan dan mengklarifikasi kejadian intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi yang mengatas namakan Taksi Bandara (Kendaraan Pribadi berplat hitam yang telah bekerjasama dengan pihak Bandara).

Sebagai reaksi atas perbuatan intimidasi yang dilakukan oleh beberapa Pengemudi Taksi Bandara, terhadap salah satu anggota komunitasnya, yang terjadi di parkiran mobil Bandara Tampa Padang Mamuju.

“Maka, Kamis (7/6/18) sekitar pukul 10.30 Wita, seluruh anggota komunitas OTC (Online Transpotation Community) Mamuju yang dipimpin oleh Salman Amir selaku OTC (Komunitas Pengemudi Transportasi Online Grab wilayah Mamuju).

Mendatangi kantor Perwakilan Bandara Tampa Padang untuk mempertanyakan, serta memberi klarifikasi atas kejadian yang dialami oleh salah satu anggota mereka dan diterima langsung oleh kepala Seksi (Kasie) keamanan, Imam Zunaidi dan Muhamad Yunus, serta Amrullah selaku pihak kepolisian.

Salman Amir selaku ketua OTC Mamuju mengaku menyesalkan kejadian yang menimpa anggotanya tersebut.

Menurut beliau hal demikian seharusnya tidak perlu terjadi, karena sama-sama adalah warga negara yang memiliki hak yang sama dan anggotanya pun pada saat itu tidak sedang beroperasi (tidak mengaktifkan aplikasi Grab Driver), melainkan datang menjemput anggota keluarganya yang baru datang dari Kalimantan.

“Anggota saya sempat diancam oleh beberapa orang pengemudi yang katanya anggota dari angkutan bandara.

Mereka mengancam, bahwa tidak bisa mengangkut penumpang dilokasi Bandara, sekalipun itu saudara ataupun orangtua sendiri. Kalau masih didapati berada dalam lokasi bandara, maka mereka tidak segan-segan bertindak kasar,” ungkap Salman.

“Tapi tadi kami sudah ketemu dengan pihak bandara Tampa Padang dan pihak bandara sendiri sudah memfasilitasi kami untuk bertemu dengan koordinator pengemudi transportasi bandara, untuk mengklarifikasi kejadian tersebut dan kami sudah sepakat untuk berdamai.

Kami menganggap masalah hari ini sudah selesai, namun tidak menutup kemungkinan jika dikemudian hari masih terjadi kejadian seperti hari ini, maka kami tidak segan-segan untuk mengambil jalur hukum,” ungkap Ketua OTC.

Dalam wawancara dengan awak media, Kepala keamanan Bandara Tampa Padang Mamuju, Imam Zunaidi menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian ini hanya kesalah pahaman saja antar para pengemudi angkutan bandara dengan pengemudi angkutan online.

“Ini hanya kesalah pahaman antar Pengemudi angkutan bandara yang merasa keberatan, karena dipikirnya angkutan online Grab ini masuk mengambil penumpang di kawasan bandara, padahal sebenaranya tidak.

Mereka datang untuk menjemput keluarganya ataupun langganannya yang meminta untuk dijemput, tapi tidak dengan sengaja mengaktifkan aplikasi driver- nya untuk mengambil penumpang lepas di area bandara.

Dan tadi kami bersama pihak kepolisian sudah memfasilitasi pertemuan antar kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dan masing-masing pihak sudah sama-sama paham dan sepakat untuk berdamai,” imbuh Imam.

Lebih lanjut menurut Imam Zunaidi bahwa “Sesungguhnya sudah ada aturan yang mengatur tentang angkutan penumpang di luar trayek, yaitu Peraturan menteri Perhubungan (Permenhub_red;) No. 108 tahun 2017.

Dan di bandara Tampa Padang itu sendiri, sudah dibentuk badan hukum Koperasi bandara, yang menghimpun beberapa pengemudi Taksi untuk menjadi anggota koperasi, agar supaya mereka bisa beroperasi dilokasi bandara Tampa Padang,” ungkap Kasie, Keamanan Bandara Tampa Padang Mamuju. (**)

#JM//