MAMUJU,POROSSULBAR – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II KNPI Kabupaten Mamuju yang ke XII yang digelar di Aula Hotel Mamuju Beach, Kecamatan Mamuju diwarnai kericuhan peserta saling membanting kursi.

Ketegangan berlangsung saat memasuki tahapan pembahasan keabsahan mandat dari Organisasi Kepemudaan (OKP) peserta Musda yang akan menggunakan hak suara.

Ket.Foto: Suasana Kericuhan Saat Musda KNPI Mamuju.

Berawal dari pembacaan registrasi yang dilakukan oleh pimpinan sidang dan memeriksa keabsahan mandat dari masing – masing OKP, tiba – tiba panita penanggug jawab pelaksana Musda, mempertanyakan kepada pimpinan sidang terkait OKP yang tidak hadir dalam Musda tersebut, dikarenakan Musda KNPI kali ini terkesan dipaksakan.

Hal tersebut berlanjut kepada keabsahan mandat masing – masing OKP yang dilakukan oleh Sterring Commite (SC) untuk mengverifikasi mandat tersebut. Karena ditemukan SK Mandat foto copy yang terindikasi Mandat Siluman.

“Saya mohon SC untuk memverifikasi Mandat OKP dengan seksama,” katanya dengan suara lantang.

Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya Mandat Siluman yang diindikasikan adanya persekongkolan secara terstruktur antara SC dengan salah satu Calon Ketua.

“Masalah seperti ini yang terjadi pada Musda sebelumnya, KNPI kita sudah bobrok. Marilah kita perbaiki demi kemaslahatan pemuda,” terangnya.

Hujan interupsi terus berlanjut dan berlangsung alot, meminta kepada SC agar menskors Musda dan memberi kesempatan kepada OKP yang belum melakukan registrasi pada panitia Musda.

Laporan: Farid Al-Jawani