Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Regional Sulbar Yang Lamban

 

MAMUJU, POROSSULBAR — Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSUD) Regional Provinsi Sulawesi Barat kembali di sorot.

“Kali ini terkait pelayanan pasien di pendaftaran yang terkesan lambat, karena loket yang difungsikan hanya satu untuk melayani pasien.

Bahkan, pasien harus menunggu berjam-ham untuk mendaftar di loket pelayanan.

Salah seorang pasien asal Mamuju Tengah mengaku, pelayanan untuk memperoleh rekam medis perlu berjam-jam baru dipanggil.

Bahkan, sejak pagi telah datang, namun menjelang siang belum dilayani oleh petugas, karena hanya satu petugas di meja loket.

“Kami datang pukul 08.46 wita, untuk mengambil antrian, namun sampai pukul 10.55 wita baru dipanggil.

Artinya, lebih dua jam lebih kami menunggu. Itupun belum keluar jaminan BPJS, karena alasan belum direspon sistem jaringan internet.

Belum lagi, berapa lama kami harus antri nanti di ruangan poli,” ungkap awal, keluarga pasien.

Untuk itu, diharapkan managemen RSUD Sulbar melakukan perubahan sistem sehingga pasien tidak dirugikan.

Minimal menambah petugas loket, paling tidak 3 sampai 4 loket yang disediakan.

“Saya melihat banyak staf di rumah sakit yang hanya duduk saja. Para staf tersebut harusnya difungsikan sehingga pelayanan dapat maksimal, dan pasien tidak lama antri,” tambahnya.

Pasien dari Mamuju, Husaini mengaku sangat kecewa dengan pelayanan di pendaftaran karena lelet.

Pasien mestinya dilayani secepat mungkin, karena mereka orang sakit. Butuh pelayanan cepat, sehingga dapat lebih cepat ditangani dokter.

“RSUD Sulbar ini adalah rumah sakit rujukan, harusnya pelayanan lebih cepat dibandingkan rumah sakit di daerah.

Klo dibandingkan dengan rumah sakit kabupaten Mamuju, mereka punya pelayanan loket, bisa sampai 4 atau 5 orang petugas, sehingga pasien tidak perlu antri sampai berjam-ham hanya untuk mendaftar saja.

Artinya, pelayanannya harus lebih cepat dan lebih baik lagi,” ucap Husaini.

Ia Juga meminta, agar Gubernur segera melakukan Evaluasi pengelolaan RSUD Sulbar, jika tidak dapat melakukan perubahan pelayanan untuk kepentingan masyarakat.

“Ya klo begini terus, harus dievaluasi,” pintanya.

Sampai berita ini dirilis, Direktur RSUD Sulbar, dr. Indah belum berhasil dikonfirmasi. (WL/**)