MAMUJU, POROSSULBAR – Pembangunan Tower (Jaringan Telekomunikasi) XL yang ada di jalan Ir H. juanda lingkungan Timbu Kel Mamunyu Kab Mamuju Sulbar, membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi Tower.

Pembangunan Tower tersebut, sangat berdampak akan terjadinya longsor, dengan kondisi tanah yang masih labil, sehingga begitu rawan apabila hujan turun, dan warga pun sangat merasa was-was dengan adanya Tower XL milik PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (PT Protelindo) itu.


Menurut Syarifuddin, salah satu warga lingkungan Timbu yang rumahnya tidak jauh dari lokasi Tower tersebut, hanya berjarak sekitar 20 meter, dan setiap hujan turun warga selalu panik.

“Keselamatan warga sangat terancam, atas pembangunan Tower yang di kerjakan PT Protelindo tersebut, menurutnya sebelum adanya Tower, disini sudah sering terjadi longsor bahkan setiap tahunnya sampai dua kali longsor.


Apalagi sementara ini dibangun Tower, yang justru semakin membuat warga gelisah pak, seperti sekarang ini musim hujan, tidur pun kami tidak nyenyak jangan sampai sementara tidur pulas datang longsor yang membuat nyawa kami terancan, dan kalau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, kira-kira siapa mau tanggungjawab, “terang Syarifuddin.

Bangunan Tower XL yang diduga belum memiliki izin dari pemerintah setempat ini, justru akan berdampak besar bagi keselamatan masyarakat yang ada di Timbu, khususnya belasan rumah yang ada di dekat lokasi. Juga dari pihak PT  Protelindo, tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pembangunan Tower tersebut, dan warga pun juga kaget setelah melihat bangunan Tower sudah ada.

“Kami kaget, kenapa tiba-tiba ada bangunan Tower di belakang rumah, dan kenapa pihak perusahaan tidak lakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat sekitar, perlu diketahui sebelumnya warga pernah disuruh untuk bertanda tangan di dalam kertas tanpa ada keterangan dan menyebutkan, tanda tangan saja pak tidak apa apa ji, ternyata itu untuk mengelabui kami, “keluhnya.

Di hari yang sama, saat dilakukan konfirmasi kepada Hasrul, selaku pihak PT Protelindo yang mengetahui pembangunan Tower tersebut, mengatakan, bahwa lokasi tersebut sudah sering terjadi longsor dan mengenai izin pun sementata proses dan semuanya ada pada pemerintah.

“Iya, lokasi itu kan sudah sering longsor dan izin nya juga sementara proses, Pptk nya juga sudah melakukam kajian, jadi silahkan saja menghubungi pemerintah yang menanganinya, “ucap Hasrul.

Menanggapi hal tersebut, diminta kepada pemerintah dalam hal ini Dinas penataan ruang Kab Mamuju, yang menangani masalah izin bangunan, menindaklanjuti laporan warga tersebut, karena diduga proyek tersebut sudah tidak mengacu pada peraturan pemerintah, yang mana belum memiliki izin tetapi pekerjaan sudah di laksanakan. (*/Asr)

(Laporan : enda)