Pemda Mamuju Tak Dapat Bagi Hasil Parkir Maleo dan Matos, Begini Kata Asri Anas

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Pemerintah Kabupaten Mamuju tak mendapat bagi hasil dari penerapan tarif parkir oleh manajemen Hotel D’Maleo dan Maleo Town Square, menuai komentar keras dari anggota DPD-RI perwakilan Provinsi Sulawesi, Asri Anas.

“Asri Anas menilai, dengan tidak adanya bagi hasil yang masuk dalam kas Pendapatan Asli Daerah (PAD), semakin memperjelas bahwa Pemerintah Daerah dan DPRD bodoh dalam menyusun Perda perparkiran.

“Ya bodoh tu Pemda dan DPRD dalam menyusun perda parkir, selama dalam wilayah Mamuju harusnya pemda dapat bagian, sebab pedoman biaya parkir dibuat dalam peraturan daerah bukan peraturan swasta,” ucap Asri Anas via Whatsaap, Minggu, 06/01/18.

Informasi yang di kutip dari laman ini, Asri Anas juga menambahkan, meski Perda tersebut tidak melalui proses uji Publik secara langsung, dinilainya tetap berlaku namun dalam proses penyusunan itu dianggap telah melangkahi syarat utama dari penyusunan suatu peraturan daerah.

“Tetap berlaku, tapi ada hal yang dilangkahi dalam proses pembuatan suatu Perda yang benar dan baik,  sebab suatu perda harus ada uji publik dan dengar pendapat masyarakat, tetapi saya kira DPRD adalah melakukan, masa Perda disahkan tanpa uji publik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Sulawesi Barat tersebut menuturkan, adapun yang menjadi pedoman utama dalam pembuatan suatu Perda yaitu Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, UU Nomor 32  tentang Pemerintahan Daerah Pasal 1136 sampai dengan pasal 1147, serta peraturan Mendagri Nomor 16 Tahun 2006, tentang prosedur penyusunan, pembuatan Perda berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2011.

“Jadi uji publik dilakukan bukan saat Perda sudah jadi, tapi saat penyusunan materi dan substansi jadi kalau Perda perparkiran dilakukan dengan biaya sah–sah saja menurut saya, sisa yang harus dibahas adalah berapa bagian dari pemerintah dari biaya parkir, sebab substansi ada dalam regulasi Perda yang disusun,” tutup Asri. (**)