MATENG, POROSSULBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju tengah (Mateng) kembali gelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Topoyo dengan tema ‘pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat’, berlangsung di kantor Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat, Selasa (10/3/2020).

Sambutan Camat Topoyo, Zulkifli Anwar mengatakan, musrembang adalah suatu agenda tahunan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi program prioritas pemerintah tahun 2021.

Dan marilah kita menentukan usulan masyarakat kita yang nantinya dapat menjawab persoalan yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Diharapkan kepada para kepala desa (Kades) agar mengusulkan program prioritas yang sesuai dengan visi misi Bupati Mateng, sehingga apa yang kita usulkan itu dapat terealisasi.

Besar harapan kami di tahun ini dapat dianggarkan untuk pembenahan kantor Camat Topoyo, sehingga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat itu jauh lebih baik lagi,” katanya.

Kepala Bappeda Mateng, Ishaq Yunus menjelaskan, musrembang yang kita laksanakan hari ini adalah musrembang yang ke 4, dan ini berarti tinggal 1 lagi kecamatan untuk melaksanakan Musrembang.

“Musrembang yang kita laksanakan pada hari ini merupakan musrembang terakhir yang kita laksanakan untuk periode Bupati dan Wakil Bupati Mateng tahun 2016-2021,” jelas Ishaq.

Ia menjelaskan, musrembang kecamatan juga bertujuan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan desa yang di integrasikan dengan prioritas pembangunan daerah diwilayah kecamatan.

“Kita berharap, usulan yang diusulkan itu betul-betul dapat menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan tarap hidupnya.

Sedangkan prioritas pembangunan yang akan kita laksanakan diharapkan pada penguatan kapasitas penanganan gangguan keamanan, ketertiban dan ketentraman, konflik sosial, penguatan ketahanan pangan daerah, penataan ruang dan pengelolaan lingkungan,” jelas Ishaq.

Sementara Ketua DPRD Mateng, Asral Aras menuturkan, yang menjadi harapan kita semua adalah kita tidak boleh ketergantungan terhadap potensi belanja yang diberikan oleh pemerintah daerah, yang harus dilakukan adalah bagaimana desa itu harus mampu menciptakan inovasi supaya desa itu mampu mendapatkan pendapatan.

“Teman-teman di desa harus mampu menggerakkan BUMDes untuk mendapatkan potensi. Inikan sudah menjadi kewajiban desa untuk membuat BUMDes lalu kemudian BUMDesnya itu mampu mendapatkan pendapatan untuk desa,” tutur Arsal.

Ia menjelaskan, kita berharap pemerintah punya master plant khususnya di bidang pariwisata, sehingga ada pembagian mana yang akan dibiayai oleh pemerintah kabupaten dan mana yang akan dibiayai oleh desa,

“Salah satu tolak ukur kinerja bukan diukur seberapa mampunya menghabiskan uang untuk belanja, tetapi yang menjadi tolak ukurnya adalah seberapa besar kita mampu untuk mendapatkan pendapatan atau penghasilan,” jelas Arsal.

Arsal berharap kepada para kades agar memperhatikan sektor pangan di daerahnya masing-masing untuk masa yang akan datang.

“Musrembang ini diharapkan mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada di masyarakat kita,” imbuh Arsal.

Selanjutnya Wakil Bupati (Wabup) Mateng, Muh Amin Jasa menyampaikan, kita ingin melahirkan suatu kebijakan, dimana kebijakan itu untuk kepentingan masyarakat, untuk itu sebelum musrembang kecamatan ini dilaksanakan, sudah dilaksanakan musyawarah di tingkat desa dan seterusnya.

“Tujuannya untuk menginventarisasi dan menjaring apa yang menjadi kebutuhan di desa itu, sehingga kebijakan yang lahir itu sudah dibicarakan pada tingkat bawah,” papar Amin.

Menurut dia, Musrembang kali ini tentunya berbeda dengan tahun lalu, dimana tahun lalu apa yang diusulkan itu lain yang keluar, namun dengan sistem yang ada sekarang ini keluhan-keluhan itu tidak akan muncul lagi.

“Saya kira ini juga sudah dibicarakan ditingkat bawah oleh masyarakat kita. Saya berharap agar perencanaan ini betul-betul direncanakan dengan baik untuk RPJMD kita pada tahun 2021 nantinya,” tutur Amin.

Lanjut Amin, usulkan program yang prioritas untuk menjawab tantangan yang ada pada masyarakat kita, khsususnya di Mateng.

“Tahun ini, Inysa Allah, akan dilaksanakan pesta demokrasi, diharapkan kepada masyarakat agar selalu menjaga ketertiban dan ketentraman di daerah kita masing-masing untuk menyukseskan pilkada,” tambahnya. (**)

#WENTRY