MATENG, POROSSULBAR – Puluhan pemuda dan masyarakat pemerhati lingkungan Kab Mamuju tengah menggelar Aksi didepan Kantor PT Prima Nusa Global Lestari, perusahaan sawit di desa Kambunong Kec Karossa, Kab Mateng, Senin (14/5/18).

Sahdan Husain, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, bahwa aksi demo yang digelar dipintu masuk PT Prima Nusa Global Lestari, merupakan perusahaan sawit besar di Mateng.

Namun kehadirannnya di Kab Mateng justru dampaknya berimbas kepada kesehatan masyarakat, yang tercemar Limbah. Pihak perusahaan juga dianggap kurang memberdayakan masyarakat lokal setempat untuk dipekerjakan, justru memakai tenaga kerja dari luar daerah Mateng.

“Kita melihat hari ini Kab Mateng ada di tangan asing, walau perusahaan sawit yang besar, namun sebahagian pekerjanya orang luar Mateng, sungguh sangat disesalkan, karena masih banyak masyarakat Mateng yang belum bekerja yang seharusnya dapat dipekerjakan dalam perusahaan sawit tersebut.

Desa kambunong merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Mateng, namun kini terancam akan tercemari oleh limbah pabrik sawit. Yang kemungkinan akan merusak ekosistem laut dan pantai, serta petani tambak.

Dan warga sekitar yg dipastikan akan terkena dampak oleh limbah pabrik ini, namun peran pemerintah dalam hal ini selaku pengambil kebijakan seakan-akan bungkam dengan hal tersebut, bahkan tak berdaya,” terang Sahdan.

Adapun tuntutan Aksi Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Lingkungan Kab Mateng :

1. Hentikan segala aktivitas PT Prima Nusa Global Lestari sebelum perjanjian dan tuntutan masyarakat terkait limbah.

2. Polda sulbar harus memecat oknum aparat kepolisian bila memihak kepada perusahaan.

3. Mengulang rekrutmen karyawan kerena tidak jelas kesepakatan 70% untuk penerimaan karyawan prioritas masyarakat desa Kambunong.

4. Meminta kepada pihak perusahaan untuk transparan dalam penerimaan karyawan.

5. Stop pemecatan karyawan secara sepihak.

Ditempat yang sama, Purwono, selaku Manager PT Prima Nusa Global Lestari mengatakan, bahwa pihak perusahaan sudah melakukan autensi tentang limbah dan rekrutmen karyawan, dan mahasiswa menuntut tentang pencemaran limbah, maka yang akan bertanggung jawab adalah pihak perusahaan itu sendiri.

“Perusahaan kita gak baru ini, artinya kita tidak baru kali ini autensi tentang limbah, dan kalian menuntut tentang limbah, apa yang bisa saya sampaikan sementara ini masih proyek, dan kalau terbukti seperti itu tidak apa-apa, yang bertanggung jawab adalah pihak perusahaan, dan mengenai rekrutmen karyawan itu sudah kita sampaikan secara transparan dan yang lulus sudah sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Purwono.

Lebih lanjut, salah seorang yang juga selaku Manajemen PT Prima Nusa Global Lestari, Arjuna Sabirin, juga mengatakan dihadapan puluhan massa aksi bahwa, pihaknya akan mengurus ijin perusahaan, dan nantinya akan kembali diperlihatkan kepada massa aksi, bila Ijin tersebut sudah ada.

“Kalau bapak menuntut ijin perusahaan, kami akan mengurus ijin dan dikemudian hari kami akan membawanya kemari, dan mengenai rekrutmen karyawan, kita sudah tau mana masyarakat Kambunong dan mana masyarakat Salupangkang, dan tuntutan saudara-sudara mana yang kita tidak terpenuhi, ” tegas Arjuna. (*/Asr)

#Lap.Enda/