Pesan Pangdam XIV Hasanuddin Saat Kunjungan ke Makodim 1418

MAMUJU, POROSSULBAR – usai kunjungan kerja di Makorem 142 Tatag Prov. Sulbar, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, S.IP, M.Si, juga melakukan kunjungan di Makodim 1418 Mamuju, jumat (24/8/18).

Kunjungan Pangdam XIV Hasanuddin di Makodim 1418 Mamuju ingin melihat secara langsung, tentang kegiatan yang dilakukan Kodim 1418 Mamuju terhadap masyarakat.

Dan program-program yang diberikan, selain itu juga diberikan pengarahan tentang cara mengantisipasi, untuk mencegah kejadian bencana alam, sebab di Mamuju rawan terjadi bencana.

“Kunjungan kali ini, juga yang pertama setelah Korem 142 Tatag kemarin.

Menurutnya, hari ini saya juga berkunjung di Kodim 1418 Mamuju tujuannya yang pertama saya ingin melihat secara langsung tentang kegiatan apa yang di lakukan oleh Kodim, khususnya membantu masyarakat dan program-program yang diberikan oleh Korem sebagai atasannya.

Yang kedua saya ingatkan lagi, bahwa wilayah ini adalah daerah rawan kebakaran, dan saya harus tahu berapa lama pemadam kebakaran harus bisa mengisi air, kemudian sampai ke titik sasaran. Dan itu saya harus tahu, mohon masyarakat juga memahami saat pemadam kebakaran lagi bertugas,” kata Mayjen TNI Surawahadi.

Di tempat yang sama, Dandim 1418 Mamuju, Letkol Inf Jamet Nijo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pangdam XIV Hasanuddin yang telah berkunjung di Kodim 1418 Mamuju, serta meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan menyampaikan keluh kesah oleh personil yang ada di wilayah Kodim 1418 Mamuju.

“Keluarga besar Kodim 1418 Mamuju mengucapkan apresiasi setinggi tingginya atas kunjungan Bapak Pangdam XIV Hasanuddin, yang telah meluangkan waktunya untuk dapat bersilaturahmi bersama seluruh personil kami.

Kami juga menyampaikan keluh kesah yang selama ini menjadi hambatan, khususnya anggota kami yang berada di lapangan, seperti para Babinsa yang berjumlah 114 personil yang ada di Kab Mamuju dan Mamuju Tengah, yang mana baru 25 Motor yang mereka miliki, dan kami sampaikan agar bisa motor Trail jangan motor Bebek, karena medan di daerah kami rata-rata pegunungan, namun ini sudah terencana dengan anggaran yang baik, beliau akan mencoba mengalokasikan kepada kita agar anggota di lapangan lebih giat lagi untuk bekerja,”  terang Jamet. (End)