MAMUJU,POROSSULBAR – Pembangunan asrama haji yang terletak di Kompleks Graha Nusa, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, mendapat sorotan dari Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS-Sulbar) sebab di nilai tidak sesuai aturan.

Irham Azis mengatakan, pembangunan asrama haji senilai 18 milyar lebih itu  tidak sesuai aturan dan tidak transparansi, lantaran tidak memasang papan proyek di lokasi pembangunan.

“Seharusnya di lokasi pembangunan dipasang papan proyek, tapi anehnya pembangunan tersebut tidak terlihat ada papan proyeknya,” ungkapnya ketua IJS-Sulbar, Selasa (3/7/2017).

Pembangunan asrama haji yang berlantai lima tersebut, sampai saat ini belum dilakukan perpanjangan kontrak, sementara kontrak pembangunan telah berakhir pada bulan agustus tahun 2016 lalu.

“Padahal seharusnya sudah di perpanjang tahun ini, namun sejauh ini belum dilakukan perpanjangan kontrak,” pungkas Irham.

Berdasarkan kondisi demikian, Ketua IJS – Sulbar berharap penegak hukum untuk segera melakukan pemanggilan kepada direktur pelaksana pekerjaan pembangunan asrama haji tersebut.

Laporan: (*ds*)