MAMUJU,POROSSULBAR – Pembangunan bendungan di Desa Batu Ampat Kecamatan Papalang Kab. Mamuju. Diduga hanya menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar.

Hal ini membuat LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) wilayah Sulbar menyoroti pembangunan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prov Sulbar telah menganggarkan pembuatan bendungan sebesar 30 miliar lebih dari APBN yang dikerjakan dari tahun 2013 hingga 2017 namum pekerjaan tersebut belum terselesaikan.

“Ini hanya sebagai tameng untuk menguras uang negara, sementara asas manfaatnya hingga saat ini, belum sama sekali dinikmati masyarakat,”cetusnya Sukadin, Ketua KAKI Sulbar. Minggu (28/5).

Baca Juga:Kajati Diminta Serius Tangani Kasus Korupsi Buta Aksara Pemprov Sulbar

Berdasarkan informasi yang, pada tahun 2013 anggaran pertama pembangunan bendungan tersebut sebesar Rp 2 miliar sebagai pelaksana (MF), berakhir masalah karena faktor bencana, tahun 2014 dianggarkan lagi sebesar Rp 6 miliar,namun pada Tahun 2015, dianggarkan lagi dengan nilai pagu Rp 11 miliar dengan pelaksana PT.Gunung Raya.

“Tahun 2015 terdapat dua item kegiatan yakni penambahan Mercu ditambah pembangunan saluran bronjong,”kata Sukadin.

Sementara pada Tahun 2016 dianggarkan Rp 10 miliar, namun bermasalah karena keterlambatan waktu yang telah menyeberang di tahun 2017, namun di tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp 10 miliar sudah berakhir.

“Ini tugas kita untuk mengawasi, mengontrol, melaporkan jika ditemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan bendungan tersebut,” tutupnya.

Laporan: DS